Khalid AgustinLEBONG, PB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong menghormati putusan Pengadilan Negeri (PN) Tubei untuk membayar utang sisa uang pekerjaan enam paket proyek pembangunan/peningkatan jalan di Kabupaten Lebong yang telah dikerjakan PT Jurai Agung sebesar Rp 3,5 miliar.

(Lihat juga: Pemkab Lebong Diperintahkan Bayar PT Jurai Putra Agung Rp 3,5 Miliar)

“Anggaran kita sekarang sudah tidak ada lagi. Tapi karena ini utang, tetap akan kita bayarkan pada tahun 2016 dengan terlebih dahulu membuat surat pernyataan utang,” kata Penjabat Bupati Lebong, Khalid Agustin, kepada Pedoman Bengkulu, Senin (16/11/2015).

Diketahui, pada gugatannya, PT Jurai Putra Agung tidak hanya menuntut ganti rugi Rp 3,5 miliar. Namun juga menuntut pembayaran utang aspal kepada PT Sinai Baai Mandiri sebesar Rp 1,4 miliar dan denda keterlambatan pembayaran sesuai kontrak sebesar Rp 1,1 miliar.

“Mengenai jumlah utang lebih dari yang diputuskan oleh pengadilan kita pelajari dulu kronologisnya. Nanti akan kita koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum,” sampai Alex, demikian ia biasa disapa.

Alex menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lebong sebenarnya sangat berkeinginan untuk membayarkan utang yang diwarisi oleh mantan Bupati Lebong Rosjonsyah ini. Namun karena APBD Perubahan sudah direalisasikan, keinginan tersebut tidak bisa dilaksanakan.

“Kalau seandainya bisa kami bayarkan hari ini maka akan kami bayarkan. Tapi kan tidak semudah itu. Kita kaji dulu bagaimana sistem pembayarannya dan dianggarkan dimana. Kita harus hati-hati dan teliti,” demikian Alex. [Vilyan Alfaqih]