Komisi I DPRD Kota saat melakukan sidak ke kantor Satpol PPBENGKULU, PB – Sejumlah anggota DPRD Kota Bengkulu meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bersikap transparan mengenai pengelolaan anggaran. Pasalnya, sejumlah anggota DPRD Kota Bengkulu tersebut mendapatkan laporan dari honorer mengenai buruknya pengelolaan anggaran di Satpol PP.

(Baca juga: Dicueikin, Komisi I DPRD Kota Sambangi Kantor Satpol PP)

“Disatu sisi jumlah anggota Satpol PP ditambah terus. Tapi disisi yang lain banyak juga laporan yang kami terima mengenai adanya pemecatan sepihak. Padahal honor untuk Satpol PP ini tegolong besar,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Zuliadi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Satpol PP, Senin (2/11/2015).

Senada disampaikan anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu lainnya, Sawaluddin Simbolon. Ia mengaku sering menerima laporan mengenai adanya pemotongan gaji honorer Satpol PP yang tidak jelas untuk tujuan apa.

“Bahkan beberapa orang mengaku honornya tidak dibayarkan sama sekali. Kenapa bisa begini. Kami panggil Satpol PP tidak hadir. Kami ini bukan lembaga yang mencari kejelekan orang lain. Kami harap Satpol PP bisa lebih menghargai lembaga dewan,” tegasnya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Bengkulu, Suardi, mengungkapkan, personil yang ada diinstansinya memang sengaja ditambah. Dahulu, Satpol PP memiliki anggota sebanyak 285 orang.

“Namun karena ada penambahan Divisi Perlindungan Masyarakat (Linmas), maka personilnya kami tambah dari 285 orang menjadi 316 orang. Semua ini tersebar di tiap kecamatan, rumah-rumah dinas pejabat, dan SKPD-SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu,” sampainya.

Namun mengenai permintaan transparasi anggaran, Suardi tak mempu banyak menjelaskan. Kepada dewan yang hadir, dia berjanji akan menyampaikan permohonan koordinasi tersebut kepada atasannya.

“Tapi dari yang saya ketahui, mereka yang tidak menjalankan kontrak membuat surat pernyataan pengunduran diri. Kalau ada yang dimintai duit atau gajinya dipotong saya tidak tahu. Nanti akan kami sampaikan kepada atasan kami,” demikian Suardi. [Rudi Nurdiansyah]