Solihin AdnanBENGKULU, PB – Guna mensukseskan program Bengkuluku Religius, Pemerintah Kota Bengkulu diminta untuk menertibkan seluruh hotel yang menerima tamu mesum. Selain untuk menghindari perbuatan maksiat, kebijakan ini diharapkan mampu menekan tingginya angka perselingkuhan dan perceraian di Kota Bengkulu.

“Sulit untuk mengatakan program Bengkuluku Religius bisa berhasil bilamana perbuatan maksiat masih marak dimana-mana. Misalnya ada yang tertangkap mesum di hotel. Memang orangnya ditindak. Tapi hotelnya tidak. Bengkuluku Religius itu harusnya juga menindak hotel-hotel yang memfasilitasi orang untuk berbuat mesum,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu, Rusydi Syam, kepada Pedoman Bengkulu, Sabtu (14/11/2015).

Menurut Rusydi, tidak sulit untuk mendeteksi orang-orang yang berniat mesum di hotel. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memeriksa tanda pengenal pengunjung yang datang berpasangan. Bila pasangan tersebuttidak bisa menunjukkan keabsahan mereka sebagai suami istri, maka pihak hotel bisa langsung menolak.

“Kalau ada yang berpakaian mini, itu sudah salah satu indikasi untuk diperiksa identitasnya. Bahkan berpakaian mini itu sendiri sudah selayaknya tidak digunakan lagi oleh masyarakat di daerah yang religius. Tinggal ketegasan pemerintah,” ujar Rusydi.

Rusydi menyarankan, pemerintah mulai merancang regulasi untuk mendukung program Bengkuluku Religius. Salah satunya kewajiban masyarakat untuk melaksanakan shalat Jum’at atau kewajiban melaksanakan puasa saat bulan ramadhan.

“Apa yang diperlukan sekarang adalah penindakan. Kalau imbauan kami rasa sudah cukup. Kalau penindakan dan imbauan bisa seiring sejalan, kami yakin program Bengkuluku Religius ini akan berhasil,” ungkapnya.

Mengenai hal ini, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bengkulu Solihin Adnan mengatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap hotel yang menyalagunakan fungsi hotel. Menurutnya, pihaknya akan selalu bersikap kooperatif dengan pemerintah.

Apakah ini tidak akan menganggu iklim pariwisata di Kota Bengkulu? Solihin menuturkan, PHRI akan membangun pariwisata di Bengkulu secara lebih bermoral, bermartabat dan sesuai dengan asas peraturan serta norma-norma yang berlaku di masyarakat sebagaimana yang sudah termaktub dalam Undang-Undang RI No 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. [Rudi Nurdiansyah]