Junaidi
(Sumber Foto: Jawa Pos)

BENGKULU, PB – Jabatan Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah akan berakhir pada tanggal 29 November 2015 mendatang. Ia mengungkapkan masih banyak program yang ingin dijalankan tapi belum sempat dijalankannya karena sudah habis masa jabatanya memimpin Provinsi Bengkulu.

Menurut Junaidi, ada sejumlah lokasi di Provinsi Bengkulu yang cukup berpotensi dijalankannya program parkir elektronik untuk mengantisipiasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Program yang belum berjalan seperti di Rumah Sakit M Yunus, itu bisa diterapkan parkir elektronik. Memang itu akan menghilangkan pekerjaan tukang parkir disana, tapi lebih efektif untuk menghilangkan kobocoran PAD yang selama ini terjadi,” katanya Kepada Pedoman Bengkulu, Selasa (17/11).

Parkir elektronik tidak akan menyebabkan kebocoran PAD. Karena berapa banyak yang parkir, sebanyak itu juga yang tercatat serta membayarkan parkiran kendaraannya. Berbeda dengan parkir manual seperti sekarang, dana yang masuk dan yang keluar tidak jelas.

“Kalau parkir elektronik itu, tekan tombolnya keluar semacam karcis baru plangnya itu naik dan kita boleh masuk. Begitu juga keluar, apabila belum bayar maka jangan harap bisa keluar. Semuanya terdata dan tidak mungkin terjadi kebocoran PAD. Saya ingin menjalankan program ini tetapi belum tercapai,” terangnya.

Program lain yang belum sempat dijalankan Junaidi adalah pembayaran pajak kendaraan elektronik atau online, sehingga masyarakat tidak perlu lagi untuk antre berjam-jam hanya untuk membayar pajak saja. Kemudian program kenaikan pangkat PNS elektronik, sehingga setiap PNS bisa untuk melihat kapan naik jabatan.

Selain itu ada 5 kegiatan nasional yang berhasil dilaksanakan pada pemerintahan Junaidi yaitu pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Kasaktian Pancasila. Kemudian kegiatan pramuka nasional, simposion nasional dan kegiatan Penanggulangan Daerah Rawan Bencana (PDRB) tingkat nasional.

“Tahun depan kita juga akan menjadi tuan rumah kegiatan nasional takni temu ilmiah remaja nasional. Kegiatan tingkat nasional sering terkendala pelaksanaannya dianggaran. Contohnya Duta enggano yang ingin memperkenalkan daerah Enggano dengan mengundang artis, sebenarnya kita dukung itu tapi dananya dari mana,” pungkasnya.(MS)