11885299_10204952324353974_716558873797346243_n
Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Maghdaliansi saat berbicara dalam rapat Paripurna.

BENGKULU, PB – Mutasi berbasis kinerja yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu terhadap aparaturnya mendapatkan apresiasi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memotivasi seluruh aparatur Pemerintah Kota untuk melakukan terobosan demi terobosan.

“Evaluasi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara merupakan hal yang biasa. Apalagi kalau karena kinerjanya memang tidak baik. Di DKI Jakarta itu malah rotasi pegawai itu bisa dilakukan satu bulan sekali,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Maghdaliansi.

Menurut Lian, sapaan akrabnya, setiap pejabat yang terindikasi melakukan kesalahan tidak layak dipertahankan. Ia pun dapat memaklumi adanya sebagian pejabat yang diistirahatkan sebelum memasuki masa pensiun.

“Kalau kita ambil contoh DKI Jakarta tadi, setiap pejabat yang baru dilantik tidak akan lepas dari pantauan. Bisa saja misalnya tidak perlu menunggu sebulan, tapi kalau dalam seminggu ternyata kinerjanya juga belum baik, mereka akan diganti lagi,” paparnya.

Senada diungkapkan, Asesor Kompetensi Aparatur di Provinsi Bengkulu, Buchardy Barkah. Menurut dia, salah satu kegagalan pejabat dalam menjalakan amanahnya adalah akibat ketidak displinan dan cederung bermain-main dengan waktu.

“Ketika terjepit dan merasa kalah, kita terbiasa mencari kambing hitam. Sebaliknya, kita tidak terbiasa menghargai kelebihan orang lain dan belajar atas kelebihan orang lain tersebut,” ungkapnya. [RN]