IMG2015112720003011111111111111BENGKULU, PB – Ridwan Mukti menyerang gaya komunikasi Sultan Najamuddin ketika menjawab sebagai Wakil Gubernur Bengkulu. Pasalnya, Ridwan menganggap banyak gaya komunikasi Sultan ke publik tidak tepat sebagai wakil gubernur.

(Baca juga: Mujiono Serang Pakai Bahasa Jawa)

“Misalnya, Sultan pernah mengeluarkan statement jika gubernur tidak melantik caretaker maka dia yang akan melantik,” ujar Ridwan.

Menurut Ridwan, posisi wakil hanya kewenangan yang diberi oleh UU. Apabila yang tidak sependapat gubernur maka menurut Ridwan, si wakil telah menistakan gubernur juga menistakan konstitusi.

“Dan kita tidak faham posisi kita sebagai wakil,” ujarnya.

Rohidin juga ikut menyerang Sultan, menurut dia, banyak yang dilakukan Sultan mendahului gubernur. Misalnya, membawa investor ke Bengkulu dan mengajak si investor keliling-keliling.

(Baca juga: Debat Pilgub Panas)

“Itu juga bentuk komunikasi yang tidak baik, karena kewenangan itu adalah gubernur wakil hanya fungsi pengawasan,” kata dia.

Sultan menjawab, “Saya sangat mengerti etika, sebagai orang muda dan birokrat. Saya faham kapan saya melangkah. Mungkin sedikit melampaui, saya sudah menyampaikan dengan baik”.

Menurut Sultan, kalau caretaker terlambat dilantik adalah bentuk kepedulian dia yang sangat tinggi terhadap Bengkulu. “Justru bila saya tidak teriak, itu yang salah karena akan ada vacum of power,” imbuhnya.

Untuk investasi pun demikian. Ia mengatakan hal tersebut ia lakukan lantaran ia cinta sekali dengan Bengkulu. “Al-Qur’an menyebutkan semua berawal dari niat. Ini bahaya jika tidak dilantik,” jelasnya. [Gara Panitra]