ODHABENGKULU, PB – Kementerian Kesehatan Kenya meluncurkan program intervensi gizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh di antara warganya yang terinfeksi virus AIDS. Program pemberian nutrisi ini merupakan salah satu strategi yang dijalankan pemerintah untuk menanggulangi HIV/Aids secara nasional.

“Nutrisi memainkan peran penting dalam pengobatan HIV. Ini akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan perlindungan agar virus tersebut tidak berkembang,” kata Sekretaris Utama di Kementerian Kesehatan Khadijah Kassachoon, sebagaimana dilansir situs Xinhua, Selasa (27/10/2015).

Diketahui, HIV/AIDS banyak ditemui di negara-negara Afrika Timur. Mayoritas Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di kawasan tersebut berasal dari latar belakang pendudukan miskin yang kekurangan gizi.

Langkah Kenya tersebut mendapatkan apresiasi yang besar dari Yayasan Kantong Informasi Pemberdayaan Kesehatan Adiksi (KIPAS) Bengkulu. Disampaikan Direktur Yayasan Kipas, Merly Yuanda. Menurut dia, cara yang paling efektif dalam menekan jumlah pengidap inveksi HIV/AIDS adalah dengan cara memberikan pelayanan yang bersahabat kepada ODHA.

“ODHA harus diberikan dukungan positif. Bukan hanya oleh pemerintah, melainkan juga oleh populasi kunci seperti camat, lurah, RT dan RW. Kalau pemerintah dan masyarakat bersinergi, kami yakin angka pengidap virus HIV/AIDS akan berkurang signifikan,” ujarnya.

Saat ini di Provinsi Bengkulu, lanjut Merly, dari kisaran 703 orang yang terjangkit virus HIV/AIDS, hanya sekitar 147 orang yang mengakses obat antiretroviral (ARV). Namun karena masih adanya stigma dan diskriminasi, mereka yang 147 orang itu pun juga tidak mengakses obat secara rutin.

“Pemerintah kita harus segera turun tangan. Harus ada kebijakan khusus dan program yang berkelanjutan untuk menanggulangi permasalahan ini. Selama ini baru banyak sebatas imbauan dan anjuran, belum ada langkah kongkrit,” demikian Merly. [RN]