Sekretaris Daerah Kota Marjon saat berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota di depan Kantor Wali KotaBENGKULU, PB – Seiring dengan bakal diterapkannya kebijakan Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP), Pemerintah Kota Bengkulu akan melakukan evaluasi terhadap seluruh tenagah kontrak atau honorer.

(Baca juga: Dewan Sepakat TPP PNS Dengan Tujuh Syarat)

“Ada sekitar 300 honorer yang tidak kita fungsikan lagi. Ke depan kita akan menganut pada prinsip efisiensi. Tapi ini bukan pemangkasan. Kita hanya menggunakan tenaga kontrak sesuai dengan kebutuhan. Berapa kebutuhan, segitu yang kita gunakan. Bukan dipangkas,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon, Selasa (1/12/2015).

Ia menjelaskan, tidak semua honorer akan dievaluasi. Misalnya tenaga pengamanan, pramubakti, cleaning service, sopir dan tenaga medis/dokter. Sementara diluar ini akan dilakukan evaluasi. (Baca juga: Kota Belum Siap Terapkan TPP).

“Sekarang kajiannya masih berlansung hingga 30 Desember 2015 nanti. Karena kontrak mereka saat itu sudah habis. Kita berharap dengan ini dapat melakukan efisiensi anggaran,” ungkapnya kepada Pedoman Bengkulu.

Marjon menambahkan, ia senantiasa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa instansi yang ada di Pemerintah Kota. Dalam beberapa kali kesempatan sidak, Marjon mengaku menemukan ada beberapa tenaga honorer yang tidak bekerja.

“Tadi saya ke kecamatan. Saya ketemu tenaga honorer. Saya tanya, dia kerja bagian apa? Dia jawab hanya duduk-duduk saja. Kan percuma kita gaji banyak orang,” demikian Marjon. [Revolusionanda]