Sumber Foto Tempo dot co (1)
Sumber Foto Tempo.co

BENGKULU, PB – Lantaran menilai gaji dan tunjangan mereka terlalu sedikit, sebanyak 361 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Bengkulu menggelar protes di markas mereka, Jum’at (11/12/2015).

Baca juga: Gaji Honorer Kota Sesuai UMP

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Bengkulu Suardi mengatakan, seluruh aspirasi honorer tersebut telah ia terima untuk disampaikan kepada pemangku kebijakan terkait.

“Bagi rekan-rekan Satpol, uang Rp 750 ribu per bulan dan tunjangan yang ada saat ini masih kurang. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum,” ucapnya usai protes tersebut digelar.

Ia menyatakan, pemberian gaji dan tunjangan Korps Penegak Peraturan Daerah selama ini didasarkan oleh Peraturan Walikota (Perwal). Karenanya ia berharap Perwal tersebut direvisi.

“Kalau sudah direvisi dan diubah sesuai dengan tuntutan, rekan-rekan Satpol PP siap bekerja ekstra untuk menjaga ketertiban dan keamanan Kota Bengkulu,” janjinya.

Ia menampik tudingan sejumlah pihak yang menuding taring Satpol PP Kota Bengkulu kurang tajam selama beberapa waktu terakhir.

“Kalau bulan-bulan ini kita kan konsentrasi mengamankan Pilkada. Sekarang Pilkada sudah usai, kita siap kembali beraksi,” sampainya.

Menurut dia, agar kinerja Satpol PP dalam menjaga ketertiban dan keamanan dapat efektif, diperlukan koordinasi yang matang lintas instansi terkait.

“Misal dalam pemberantasan prostitusi, kita butuh koordinasi yang massif dengan Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi dan lain-lain. Sehingga masalah ini bisa tuntas,” tegasnya.

Menjawab hal ini, Kepala Bagian Humas Setda Kota, Salahuddin Yahya, menyampaikan, Pemerintah Kota telah memikirkan apa yang menjadi aspirasi korps berbaju hijau muda tersebut sebelum protes itu digelar.

“Kenaikan gaji Satpol PP sudah disahkan dalam APBD naik dari yang biasanya Rp 750 ribu menjadi Rp 1,25 juta. Perwal yang baru pasti akan diterbitkan sebagai dasar hukumnya,” demikian Daeng, sapaan akrabnya. [RN]