10590433_341437822679717_5732483188430058559_nBENGKULU, PB – Lahirnya kepemimpinan baru Gubernur dan Wakil Gubernur di Bengkulu periode jabatan 2016-2021 diharapkan dapat memenuhi harapan publik akan perubahan. Diyakini, bila kepemimpinan baru dapat fokus dalam menjalankan program-programnya, Bengkulu dapat mendunia dengan banyaknya kekayaan yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: RM Janji Tancap Gas

“Kalau dalam satu tahun Bengkulu masih sulit untuk maju. Tapi kalau dalam lima tahun, saya yakin Bengkulu bisa mendunia. Tapi perencanaan pembangunannya harus benar, tahapan pelaksanaannya benar, kerja dari tahun ke tahunnya juga jelas dan terukur, saya yakin bisa. Sekarang bergantung lagi kepada pemimpinnya,” kata Pengamat Politik Universitas Bengkulu, Azhar Marwan, ketika ditanya mengenai harapan publik atas hasil Pilkada Bengkulu, belum lama ini.

Azhar memberikan apresiasi atas program kandidat Gubernur Ridwan Mukti yang ingin melepaskan Bengkulu dari keterisolasian dengan menjadikan bumi kelahiran Fatmawati Sukarno ini sebagai gerbang ekonomi di kawasan Sumatera. Menurutnya, harapan publik agar program ini terealisasi besar sekali.

“Ini harus dibuktikan. Kita bisa mengacu kepada Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Utara. Dulu mereka juga terisolir, masyarakatnya banyak berpendapatan rendah, pembangunannya terbelakang. Tapi sekarang, mereka sudah menjadi tujuan wisata dunia. Rakyatnya sudah maju dan sejahtera,” terangnya.

Apa yang dapat dilakukan oleh Gubernur Bengkulu terpilih? Azhar menjelaskan, yang harus dilakukan pada tahun-tahun awal memimpin Gubernur Bengkulu hendaknya membangun dan memperbaiki seluruh insfrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandar udara, membangun jaringan listrik dan air bersih.

“Yang bikin perputaran ekonomi rakyat kita ini terhambat karena infrastruktur dasar kita masih buruk. Sekarang bahkan sinyal telepon seluler saja masih ada daerah kita yang susah untuk mendapatkannya. Kalau persoalan ini sudah terpecahkan, pasti akan timbul efek ekonomi berantai. Dengan sendirinya akan banyak kemajuan. Sekarang tinggal pemimpinnya lagi,” tutupnya. [Revolusionanda]