Ist/Murasi, warga India

JAKARTA, PB – DALAM sebuah dialog fiksi Islamipos, Tuhan bertanya kepada malaikat maut: “Izrail, apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?”

Maka Izrail pun menjawab: “Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget.”

“Apa yang membuatmu tertawa?”

“Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya dan berkata kepada pembuat sepatu, ‘Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun’,”.

“Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu dia sudah kucabut nyawanya.”

Kisah malaikat maut yang tertawa mencabut nyawa seorang pekerja sepatu, barangkali tidak berlaku bagi Mahasta Murasi, kakek pensiunan pekerja di pabrik sepatu di India itu seakan dilupakan malaikat Izrail.

Murasi, sesuai akta kelahirannya lahir tanggal 6 Januari 1835 di Kota Bangalore, India. Menurut pejabat setempat, pria tersebut tercatat telah tinggal di Varanasi sejak 1903. Ia bekerja sebagai tukang sepatu di kota itu sampai 1957.

Jika tahun kelahirannya ini benar maka usianya telah mencapai 179 tahun dan mengalahkan Jeane Calment dari Prancis yang merupakan pemegang rekor manusia tertua yang mencapai usia 122 tahun.

“Saya telah hidup begitu lama, dan cucu-cucu saya sudah meninggal selama bertahun-tahun” kata Murasi saat di wawancara Daily News seminnggu yang lalu.

Dari statistik penduduk India, rata-rata mereka yang lahir di tahun 1900-an telah meninggal. Tinggal Murasi yang hidup sebatang kara dengan perasaan fana.

“Entah bagaimana kematian lupa tentang saya,” katanya.

Kini pemerintah India sedang menelusuri kebenaran usia Mahashta Murasi, berdasarkan serangkaian uji coba. Jika benar, Mursi akan memperoleh rekor manusia tertua di dunia versi Guinness World Records.

Sayangnya, ia tak berbagi resep panjang umurnya. ”Saya sudah kehilangan banyak hal, saya berharap untuk mati saja,” ujarnya.

Informasi yang mengejutkan ini pertamakali dirilis oleh worldnewsdailyreport.com. Banyak orang yang menyagsikan berita dan informasi yang bersumber dari kakek tersebut, namun sumber berita yang menyatakan ini hoax juga bukan media kredibel. [RPHS]