IST-Petugas pemadam kebakaran saat menjalankan tugasBENGKULU, PB – Badan Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Bengkulu berhasil menembus target retribusi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota kepada instasinya. Diketahui, target retribusi Badan PBK Kota Bengkulu ditetapkan sebesar Rp 60 juta. Namun realisasi yang mereka peroleh per 30 November 2015 adalah sebesar Rp 69,5 juta.

Kepala Badan Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Bengkulu Mitrul Ajemi mengatakan, naiknya jumlah retribusi yang mereka peroleh tidak membuat kerja instansinya semakin ringan. Bahkan, kata dia, acapkali badan yang ia pimpin ini memiliki kerja ganda.

“Anggota kami harus selalu siaga selama 24 jam penuh. Tapi kami juga seringkali menerjunkan anggota bilamana ada kegiatan Bengkuluku Bersih, berada di tengah-tengah keramaian bilamana ada hajatan dan menyemprot taman-taman kota bilamana musim kemarau,” kata Mitrul, belum lama ini.

Dengan meningkatnya beban yang dipikul, lanjut Mitrul, mengurangi jumlah anggota Badan PBK Kota Bengkulu akan membuat stabilitas instansinya goyang. Karenanya ia berharap ada kebijaksanaan dari Pemerintah Kota untuk tidak merumahkan tenaga kontrak pada korps yang ia pimpin.

“Standar kerja pemadam kebakaran sudah baku. Pengurangan akan membuat kerjanya PBK kurang efektif. Kami bahkan berharap ada tunjangan resiko untuk komandan regu karena mereka merupakan barisan pelopor ketika pemadaman kebakaran dilaksanakan,” tukasnya.

Namun tidak seperti instansi lainnya yang menggelar protes atas kebijakan baru bagi tenaga kontrak, Badan PBK Kota Bengkulu menyatakan tetap akan menerima keputusan Pemerintah Kota dengan hati tenang.

“Memang sudah ada rencana demonstrasi yang akan dilakukan oleh pasukan saya. Tapi saya mengimbau mereka untuk tetap tenang. Mereka bahkan sudah mengimbuhkan tandatangan komitmen untuk tidak menggelar protes,”
demikian Mitrul.

Data terhimpun, pada tahun mendatang, Badan PBK Kota Bengkulu meningkatkan target retribusi mereka menjadi Rp 120 juta. Biasanya, setiap tahun, Badan PBK Kota Bengkulu hanya membukukan omset retribusi sebesar Rp 30 juta. [Revolusionanda]