IMG20151205162458BENGKULU, PB – Setelah berhasil meraih dukungan rakyat, Calon Gubernur (Cagub) Ridwan Mukti (RM) ingin langsung tancap gas. Ia bahkan sudah punya rencana dan target prioritas pembangunan untuk segera dilakukan setelah pelantikan nantinya.

“Kita akan fokus pada infrastruktur dasar, infrastruktur dasar itu seperti misalnya jalan-jalan, jembatan, pendidikan, juga masalah kesehatan untuk memeunhi pelayanan dasar masyarakat,” katanya  Ridwan Mukti kepada Pedoman Bengkulu, Minggu (13/12).

Selain itu, ia juga memprioritaskan pembangunan pasar yang ada di desa-desa dalam rangka untuk menggerakkan perekonomian desa. Ia ingin fokus menyelesaikan desa-desa tertinggal hingga lima tahun kedepan.

Ridwan pun mengajak setiap Badan Perangkat Desa (BPD) yang ada di kabupaten/kota supaya dapat membahu menyelesaikan ketertinggalan desa-desa yang ada.

“Di Provinsi Bengkulu ini, desa-desa tertinggal itu jumlahnya cukup banyak ada 670 desa. Dalam lima tahun kedepan, kita mengajak supaya bupati dan walikotanya berkonsolidasi agar terarah,” ujarnya.

Sejauh ini, apa yang disampaikan Ridwan dalam visinya kembali ditegaskannya untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur strategis yang mendukung pengembangan perekonomian Bengkulu.

“Seperti misalnya kita ingin membuka pesisir barat Sumatera, kemudian membuat pelabuhan baru di Bengkulu Utara, juga sekaligus mengembangkan pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu,” papar pria yang biasa disapa RM.

Kita juga ingin agar jalan dari Lampung ke Aceh itu mulai dirintis, supaya pesisir barat Sumatera ini segera dibangun. Hal ini perlu dilakukan dengan mengajak para pemimpin daerah tetangga lainnya.

Saat ditanya tentang komitmennya membangun wilayah Maritim, Ridwan menjelaskan keinginannya untuk mengembangkan potensi maritim, termasuk dengan mengajak perguruan-perguruan tinggi di Universitas Bengkulu dan perguruan tinggi swasta lainnya,” jelas RM.

Ia bahkan mengusulkan adanya fakultas kemaritiman di Provinsi Bengkulu.

“Kalau kita sudah ada fakultas kemaritiman maka setidaknya kita nanti bisa menyediakan tenaga handal untuk perkapalan dan ahli tehnik kelautan. Ahli budidaya kelautan, kemudian ahli pelayaran, ini harus kita kembangkan kedepan,” ungkapnya.

Selain itu, perlu mengembangkan potensi energi yang ada seperti misalnya PLTU, kemudian Geothermal, untuk mendukung pembangunan kawasan industri. Termasuk sektor perkebunan seperti sawit, kopi, sayur mayur dan yang lainnya ini dikembangkan secara industrial.

“Jadi, prinsipnya itu adalah pembenahan birokrasi dan anggaran, kedua infrastruktur dasar, dan pelayanan dasar, agar pengembangan pertumbuhan ekonomi Bengkulu maju melesat,” tutupnya. [MS]