Riri mengunjungi Pantai Linau Kabupaten KaurBENGKULU, PB – Bukan hanya di kota, berbagai objek wisata menarik juga terdapat di seluruh kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu. Namun sayangnya, berbagai objek wisata tersebut belum digali secara maksimal.

Anggota DPD RI, Riri Dayamayanti John Latief, mengatakan, bila seluruh kawasan wisata di Provinsi Bengkulu dapat terintergrasi, maka provinsi kelahiran Fatmawati Sukarno ini dapat berjaya dengan pariwisatanya. Intergrasi tersebut membutuhkan komitmen dan kekompakkan dari gubernur, wali kota dan para bupati.

“Masih begitu banyak kekurangan yang kita miliki. Infrastruktur pariwisata kita masih minim. Bahkan kita belum memiliki trasportasi khusus yang bisa membawa wisatawan ke seluruh destinasi wisata yang kita miliki. Padahal potensi kita besar. Dengan wisata, kita bisa berjaya,” katanya, Minggu (24/1/2016).

Baru-baru ini, Riri bersama rekan-rekannya meyempatkan diri untuk mengunjungi Pantai Linau dan Pantai Sekunyit di Kabupaten Kaur. Menurutnya, potensi wisata pantai yang berjarak sekira 250 kilometer dari Kota Bengkulu tersebut sangat menjanjikan karena didukung oleh kehidupan nelayan yang ramah terhadap wisatawan.

“Pantai Linau airnya masih sangat jernih. Orang yang ingin memanjakan matanya dengan panorama laut, tempat ini cukup recommended. Kebanyakan masyarakatnya nelayan dan mencari makan hanya dari laut. Mereka bersedia menyiapkan rumahnya sebagai tempat tinggal wisatawan,” ujar Riri.

“Akhir-akhir ini banyak nelayan yang mengeluhkan jatuhnya harga lobster dari Rp 140ribu per kilogram menjadi Rp 20ribu per kilogram karena aturan berat lobster yang boleh dijual harus dua ons. Persoalan ini gagal diantisipasi oleh pemerintah sebelum mengambil kebijakan. Tapi bila wisata disini dikembangkan, nelayan pasti terbantu,” lanjutnya.

Sementara di Pantai Sekunyit, Riri menerima banyaknya nelayan yang mengeluhkan semakin sempitnya pelabuhan di kawasan tersebut. Sebab, kata nelayan kepadanya, keberadaan penahan gelombang masih sangat kurang.

“Pelabuhan jadi semakin sempit. Dan di kawasan itu terdapat banyak karang. Kalau cuaca mendadak tidak bersahabat, tidak sedikit nelayan yang tewas. Padahal masyarakat hanya mengandalkan laut untuk mencari makan. Pertanian sulit, sebab di pesisir tidak ada sumber air dan irigasi yang memadai. Selain mengembangkan wisata, pemerintah daerah harus segera mengusulkan penambahan penahan gelombang,” urainya.

Dara kelahiran 4 Februari 1990 ini memaparkan, laut Bengkulu secara geografis sangat strategis karena berada dalam jalur perdagangan international. Ia mengimbau kepada setiap pemerintah daerah di Bengkulu tidak menyia-nyiakan potensi tersebut.

“Laut kita kaya. Tidak layak bila nelayan hidup susah bila tidak karena kita kurang mampu memaksimalkan kekayaan laut untuk kemakmuran rakyat. Justru nestapa seperti yang dialami nelayan Pantai Sekunyit tadi. Nanti kita akan bicarakan ini dengan pemerintah daerah. Paling tidak di awal ini, pemerintah daerah mengimbau kepada jajarannya untuk menjadikan ikan dan bahan makanan dari laut menjadi menu utama di meja makan,” demikian Riri. [RN]