IMG_20151231_115705JAKARTA, PB – Industri makanan Indonesia nampaknya belum bisa bersaing di kancah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang bergulir sejak awal 2016 lalu. Hal ini disampaikan oleh Chief Regional Director TDR International, sebuah produsen after market asal Thailand Teddy Tan.

Baca juga: Rakyat Tidak Siap Hadapi MEA dan Rakyat Tidak Siap Hadapi MEA

“Saya lihat pengolahan industri makanan masih jauh dengan Thailand termasuk dalam hal packagingnya,” demikian ia mengatakan.

Dia mencontohkan, industri makanan Indonesia berbahan dasar rumput laut. Meskipun bahan bakunya sangat di dalam negeri, namun belum begitu teroptimalisasi.

“Saya lihat dari Indonesia nggak ada yang buat sea wheat,  padahal bisa diekspor ke Jepang dan Korea sebab mereka makannya sea wheat,” tegasnya.

Menurut dia, saingan terberat untuk sektor makanan pada saat MEA ini adalah Thailand dan Vietnam. Sebab, produksi makanan dari kedua negera tersebut sudah sangat banyak. Hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah kedua negara yang sangat pro terhadap pengembangan industri makanan dan minuman. Sebaliknya Pemerintahan Indonesia, ia nilai masih belum sepenuhnya memihak.

“Hambatan tertinggi di Indonesia adalah suku bunga yang tinggi dan tarif pajak masih mahal,” tambahnya. [Gara Panitra]