3078B78A00000578-0-image-a-15_1453479240500SUNGGUH menyayat hati ketika melihat bayi terlahir cacat. Belum lama ini, seorang bayi perempuan di India lahir tanpa kepala dengan mata bulat menonjol. Kondisi yang mengejutkan ini dialami Savita Rani (32), perempuan dari distrik Amroha, Uttar Pradesh, di India utara. Ia melahirkan bayinya pada hari Selasa (19/01/2016) lalu.

Proses persalinan yang dilakukan secara normal itu mengejutkan banyak orang, seperti yang dirilis daily, segera setelah melahirkan, bayi itu menjadi buah bibir warga kota karena kondisi mengejutkan dirinya. Sebagian dari warga menyebutkannya sebagai “bayi ajaib”.

Di Sai klinik Nursing Home banyak masyarakat berkumpul untuk melihat ‘bayi ajaib’ itu. Namun, dua hari kemudian, bayi perempuan tersebut meninggal karena gagal jantung. 

Dr Kusum Lata, 30, seorang ginekolog di Sai Nursing Home, mengatakan, bila komplikasi pada bayi ini terjadi karena kebiasaan makan yang salah dan tidak teratur dari ibu selama proses kehamilan.

“Ini mengapa kita sebagai dokter tetap menekankan pada pemeriksaan kesehatan wanita selama kehamilan sehingga kita dapat mencoba untuk memandu ibu dan berharap untuk menghindari kelainan kelahiran tersebut,” katanya.

Mata bayi yang terbuka begitu besar terjadi karena ia dilahirkan dengan karena kepalanya tidak terbentuk dengan baik. “Dia tidak memiliki gerakan normal seperti bayi lainnya ketika mereka lahir,  dia tidak menangis atau bergerak.”

Dr Lata menambahkan hal itu sebagai keajaiban ibu dan anak setelah selamat selama proses persalinan. Ibu, yang sudah memiliki tiga anak yang sangat sehat, menghadapi kesulitan ekstrim selama persalinan dan kehilangan banyak cairan dan darah.

Dia menjelaskan bahwa otak bayi gadis tidak terbentuk dengan baik di dalam rahim dan hatinya lah telah membuat bayi itu bertahan hidup. Sang ibu sekarang telah keluar dari rumah sakit dan sedang berusaha untuk berdamai dengan kehilangan dia.

Kondisi serupa juga pernah terjadi di tanah air pada 31 Desember 2013 lalu. Bayi laki-laki putra pasangan suami istri Misno-Sumini, warga Desa Puhijo, Kecamatan Sampung,  Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, diketahui lahir tanpa batok kepal.

Demikian juga dengan kondisi yang dialami Aulia Putri, bayi perempuan mungil yang lahir Sabtu 4 Agustus 2012, memiliki kondisi tak normal. Tanpa tempurung kepala.

Bayi lahir tanpa batok kepala atau dalam istilah medis disebut anensefali itu merupakan kelainan bawaan. Penyebab lain, biasanya terjadi akibat adanya defisiensi atau kekurangan asam folat selama masa kehamilan sehingga janin tidak terbentuk maksimal.

Direktur RSUD Hardjono, drg Prijo Langgeng Tribinuko menjelaskan bila kondisi tersebut terjadi disebabkan fungsi zat asam folat yang sangat penting untuk pertumbuhan dan replikasi sel tidak terpenuhi.

Asam folat bisa didapat dari sereal, roti, gandum, kol,  brokoli, bayam dan tauge. namun, asam folat akan bekerja lebih baik jika dibarengi dengan vitamin B12 yang diperoleh dari daging. Folat termasuk golongan vitamin B yang larut dalam air.

Asam folat berfungsi sebagai koenzim dam metabolisme asam nukleat dan asam amino. Oleh karenanya Asam folat besar pengaruhnya dalam pertumbuhan dan replikasi sel. Asam folat juga bisa mencegah terjadi perubahan pada DNA yang memungkinkan bisa menyebabkan kanker.

Kekurangan Asam folat juga dapat menimbulkan anemia megaloblastik( kurang darah).Dan juga BBLR(berat bayi lahir rendah) serta peningkatan insiden dari defek tabung syaraf. cacat yang berat dapat bermanifestasi alam bentuk spina bifida dan anensefali.

Karena itu, setiap ibu hamil disarankan sebaiknya membawa hasil tes urinnya kedokter. Ini untuk mengetahui usia kehamilannya sudah berapa minggu. Disini dokterakan mendeteksi perkembangan kehamilanbaik atau tidak. Dan akan diperiksa biasanya dengan mengguanakan USG.

Pemeriksaan USG yang dilakukan pada saat usia kehamilan 17 minggu. USG dapat mendeteksi adanya anensefali (tanpa tempurung kepala).

Angka kasus ini berkisar 1 banding 1000 kehamilan. Bayi yang lahir seperti itu dinamakan penderita Neural Tube Defect (NTDs). NTDs disebabkan oleh kegagalan menutup tabung syaraf dengan sempurna pada hari ke 28 setelah konsepsi (pembuahan).

Bila janin tetap dipertahankan hingga lahir, biasanya bayi hanya bisa bertahan dalm waktu 24-48 jam. pasalnya , otak bayi yang tidak terlindungi tempurung kepala mudah terpapar radiasi atau lainnya. Sehingga, bayi tidak bisa bertahan lama, tubuhnya bisa mengecil seperti bayi prematur. [RPHS]