berita_224243_800x600_IMG-20140722-02258 (1)
IST/Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Parial.

BENGKULU, PB – Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah (RM-Satu) sudah resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu terpilih untuk periode 2016-2021, dan akan segera dilantik. Sayangnya program RM-Satu baru bisa diakomodir pada APBD Perubahan nanti.

Program-program dan janji politik pasangan ini belum bisa diakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu tahun 2016 karena telah disahkan. Program yang disahkan tahun lalu itu masih program pemerintahan yang lama.

Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Parial. APBD 2016 kan sudah disahkan. Paling kalau ada program-program Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru nanti, baru bisa dimasukkan dalam APBD Perubahan.

“Biasanya APBD perubahan itu sekitar Bulan Juli,” jelas politisi kawakan asal Bengkulu Selatan ini Parial ketika dihubungi Pedoman Bengkulu, Jumat (29/01/2015).

Demikian pula diungkapkan Jauhari Salim, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Bengkulu Selatan-Kaur, menuturkan bahwa APBD Provinsi Bengkulu tahun 2016 masih melanjutkan program-program dari Gubernur dan Wakil Gubernur yang lama, yakni Junaidi Hamsyah dan Sultan B Najamudin.

“Jika ada program lain dari Gubernur terpilih, kan ada APBD Perubahan. Nanti bisa diakomodir di sana,” jelas Jauhari Salim ketika dihubungi ke ponselnya.

Untuk diketahui, dalam debat kandidat yang diselenggarakan KPU Provinsi di Hotel Grage Horizon Bengkulu, Jum’at (20/11/2015) lalu, Ridwan Mukti menyampaikan tiga hal yang akan dilakukan jika ia terpilih nanti. “Pertama infrastruktur, sulit berkembangnya investasi jika tidak ada infrastruktur yang maksimal”, katanya.

Kedua, lanjutnya adalah skill atau keterampilan. Skill harus kita tingkatkan karena adanya penetrasi (pasar tenaga kerja-red) dari luar. Program pendidikan dan pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) menjadi prioritas pertama yang disampaikan oleh Calon Gubernur Ridwan Mukti saat tampil memaparkan programnya.

Bahkan untuk percepatan sektor pendidikan, Ridwan menyampaikan visinya terkait penyediaan Satgas Wajib Mengajar sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan pendidikan yang ada di perkotaan dan di pedesaan. Satgas Wajib Mengajar rencananya akan bekerjasama dengan akdemisi dan universitas-universitas daerah.

“Jika kami terpilih bukan hanya pendidikan umum yang ditingkatkan kualitasnya, tetapi juga pendidikan gender,” jelas Ridwan Mukti kala itu.

Ketiga, peningkatan keungulan produksi. Ia menekankan pada keunggulan lokalitas dalam menghadapi pasar global. “Tentu kearifan lokal kita juga bisa diangkat dalam menghadapi globalisasi,” urainya. Baca juga: Didebat Kandidat, RM Tekankan Pendidikan dan Pembangunan Maritim[Apdian Utama]