Suasana akrab terjalin usai hearing yang digelar antara Komisi I DPRD Kota dengan para petugas tenaga kebersihan atau dikenal dengan pasukan kuningBENGKULU, PB – Puluhan tenaga kontrak kebersihan di lingkungan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Distamber) Kota Bengkulu mendatangi Sekretariat DPRD Kota Bengkulu, Senin (18/1/2016).

Baca juga: Pasukan Kuning Dikurangi, Armada Kebersihan Ditambah

Eli (35), salah satu petugas kebersihan, mengatakan, gaji yang seharusnya mereka peroleh pada tanggal 5 Januari 2016 belum mereka terima. Ia juga mengkritisi tentang pola pengambilan gaji di Distamber Kota Bengkulu yang semrawut.

“Kami berharap agar gaji kami dibayarkan tetap setiap tanggal 5 setiap bulannya. Kami juga berharap sistem pembayarannya juga dibenahi. Jangan antri sampai berjam-jam. Capek kami gendong anak,” katanya kepada Pedoman Bengkulu.

“Kami juga menolak ada apel pagi, siang dan sore. Kami meminta dimanusiakan, karena kami ini sudah bertahun-tahun mengabdi,” lanjut warga Pagar Dewa ini.

Kepala Distamber Kota Bengkulu, Syarnubi, mengaku belum membayar gaji para tenaga kontrak kebersihan tersebut. Ia menyatakan, pihaknya telah mengubah format pembayaran gaji tersebut.

“Biasanya memang dibayar tanggal 5, tapi sekarang kami ubah pola setiap tanggal 20. Sekarang sistemnya kerja dulu baru dibayar,” ungkapnya.

Mengenai desakan penghapusan apel pagi, siang dan sore, menurutnya hal itu tidak mungkin direalisasikan.

“Karena itu untuk meningkatkan kedisiplinan dan kinerja. Jadi kami mudah untuk menurunkan tenaga kebersihan ditempat-tempat yang benar-benar kumuh dan kotor,” sampainya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Maghdaliansi, meminta agar Distamber Kota Bengkulu mengakomodir semua tuntutan para tenaga kebersihan tersebut.

“Kami juga meminta agar para tenaga kebersihan dapat memeriksa secara tepat kontrak mereka saat perpanjangan nanti. Kalau ada permasalahan, kami selalu siap untuk memperjuangkannya,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Iswandi Ruslan, berujar, desakan dari tenaga kebersihan ini hanya persoalan miskomunikasi.

“Tadi persoalannya sudah dipecahkan dan kami mediasikan. Masalahnya hanya teknis saja. Secara khusus kami sudah meminta agar Distamber meningkatkan sarana dan prasarana yang mereka miliki agar pelayanan kebersihan kepada warga kota dapat ditingkatkan,” demikian Iswandi.