20160201_105853BENGKULU, PB – Setelah mengoperasikan dua gedung baru, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu membutuhkan tenaga pelayanan medis. Kebutuhan ini telah disampaikan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bengkulu.

Baca juga: RSUD Kota, Beri Layanan Terbaik dan RSUD Kota Kian Berkibar

“Kebutuhan yang mendesak adalah perawat. Jumlahnya kisaran 20 orang. Termasuk asisten apoteker. Tapi mereka harus orang-orang yang profesional dan biasa melakukan pelayanan medis,” kata Direktur RSUD Kota Bengkulu, dr Lista Cherlyviera, Senin (1/2/2016).

Untuk tenaga dokter, sambungnya, RSUD Kota Bengkulu tidak mengandalkan tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebutuhan tenaga dokter tersebut, tekan dr Lista, akan ditutupi melalui dokter pegawai tidak tetap (PTT) yang saat ini masih menempuh studi atau masih bekerja di daerah lain.

“Untuk dokter atau spesialis sebenarnya kita tidak kekurangan. Banyak putra daerah asli Kota Bengkulu yang mampu. Tapi kebanyakan mereka masih di luar. Kita tunggu mereka untuk kembali. Segera saat kita butuhkan, mereka akan kita panggil,” ucapnya.

Langkah ke depan, lanjut dr Lista, pihaknya akan mengupayakan agar rumah sakit ini dapat ditingkatkan dari tipe D ke tipe C. Salah satunya adalah dengan melengkapi kebutuhan tenaga medis yang kurang tersebut.

“Untuk memfungsikan semuanya kita membutuhkan anggaran setidaknya Rp 14 miliar. Untuk alat-alat Rp 3 miliar. Mudah-mudahan tahun ini semua itu bisa dipenuhi. Sembari berjalan, internalnya kita kuatkan,” sampainya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi, berkunjung ke RSUD Kota Bengkulu dalam rangka menjenguk warga yang terkena demam berdarah (DBD). Dalam kunjungan tersebut, Erna menyempatkan diri untuk melihat operasional dua gedung baru yang telah selesai direnovasi tahun lalu.

Erna memberikan apresiasi atas perkembangan rumah sakit pertama di Kota Bengkulu ini. Ia berharap, rumah sakit ini dapat semakin berkembang, namun mandiri dalam mengelola keuangannya dengan membangun Badan Layanan Umum Daerah. [Yayuk Intan]