Pandemi covid-19 yang tengah melanda dunia maupun Indonesia memberikan dampak keterpurukan bagi rakyat dalam suatu Negara.

Ditambah angka penyebaran virus di Indonesia yang semakin meningkat. Disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, menyatakan jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia hingga Selasa (21/4) berjumlah 7.135 kasus. Sebanyak 616 di antaranya meninggal dunia dan 842 orang dinyatakan sembuh.

Terkait hal tersebut, umat muslim dalam setiap perilaku nya mengandung banyak hikmah, sebagaimana di contohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memperlihatkan wajah berseri kepada orang lain.

Dengan tersenyum, harapannya bisa menguatkan hati sesama yang tengah mengalami keterpurukan akibat situasi saat ini.

Mengingat, betapa melimpahnya makna dari senyuman. Rasulullah, telah banyak memikat hati baik para sahabat maupun musuh dengan senyumnya. Selain itu tersenyum merupakan kebaikan yang tidak bisa diremehkan.

Berdasarkan dalam sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya;

Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan cara engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah ceria.” (HR Muslim)

Syekh Abdullah Ju’aitsan, dalam bukunya yang berjudul Meneladani Nabi dalam Sehari menyebutkan, senyum merupakan sebuah bentuk kebaikan. Nabi Muhammad tidak pernah terlihat kecuali dalam keadaan tersenyum.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.” (HR Tirmidzi)

Dalam hadits lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Kalian tidak akan dapat meraih hati manusia dengan kekayaan kalian, tetapi kalian dapat meraih hati mereka dengan wajah yang berseri-seri dan akhlak yang baik.” (HR Al Bazar, Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Sanadnya hasan.”)

Sebagaimana seorang mukmin, sudah seharusnya kita menjadikan Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai contoh dan teladan. Termasuk dalam bersosial dalam masyarakat, untuk tidak menampakkan wajah murung, ataupun cemberut di hadapan sesama.

Dalam sebuah hadits sahih, diriwayatkan;

Dari Jabir ra., ia berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan tersenyum, kita secara tidak sadar memberikan energi positif kepada orang yang menerima senyuman kita. Sebagaimana yang dipaparkan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi yang berbunyi:

Menampakkan wajah manis di hadapan seorang muslim akan meyebabkan hatinya merasa senang dan bahagia, dan melakukan perbuatan yang menyebabkan bahagianya hati seorang muslim adalah suatu kebaikan dan keutamaan. [Suci Kusuma]