Helmi-Linda tinjau persiapan rumah sakitBENGKULU, PB – Selama tiga tahun terakhir, meski diterpa dengan berbagai kritikan, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakilnya Patriana Sosialinda terus berusaha untuk memberikan yang terbaik. Alih-alih memasukan kritikan tersebut dalam hati, Helmi-Linda justru meminta kepada segenap jajarannya untuk terus memberikan pelayanan prima kepada warga kota.

Baca juga : Dihakimi Aliansi Menggugat Wali Kota, Dirut RSUD Kota Bercucuran Air Mata

“Biar saja orang mengatakan apa, tetapi kita semua harus tetap bekerja secara terukur dan teratur. Jadikan semua kritikan itu sebagai bahan bakar agar kita bekerja lebih giat dan senantiasa memberikan yang terbaik kepada rakyat,” kata Helmi Hasan saat memperingati hari jadi Kota Bengkulu ke-297 di halaman Kantor Walikota, Kamis (17/3/2016).

Helmi menjelaskan, hidup manusia terlalu singkat untuk dimain-mainkan dan digunakan untuk tujuan-tujuan yang tidak bermanfaat. Karenanya, ia mengimbau kepada seluruh aparaturnya untuk menjaga adat-adat kesantunan dalam pergaulan sebagaimana terpatri dalam khazanah kebudayaan asli masyarakat Bengkulu.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Semua manusia pasti ada kekurangan. Bila kita mengharapkan ada manusia yang sempurna, kita pasti akan memetik kekecewaan. Karenanya, silahkan koreksi diri kita masing-masing. Silahkan insafi adanya kekurangan dalam diri kita masing-masing. Agar kita tidak terjebak pada perilaku saling fitnah dan ghibah,” ujarnya.

Helmi juga menerangkan ketiadaan nafsunya untuk kembali menduduki kursi orang nomor satu di Kota Bengkulu. Pun demikian, ia berharap siapapun orang yang akan menggantikannya sebagai pimpinan rakyat, ia berharap agar pemimpin tersebut dapat terus menyalakan cahaya kehidupan yang menerangi banyak kehidupan manusia hingga menembus langit.

“Saya hanya sampai 2018. Silahkan siapapun yang ingin jadi Wali Kota. Dulu saya bersama Wakil Wali Kota Patriana Sosialinda tidak diwarisi rumah sakit, tidak diwarisi jalan yang mulus, tidak diwarisi trotoar yang bagus, tidak ada uang makan untuk PNS, dan gaji tenaga kontrak yang minim. Sekarang dengan kerja keras, kita sudah upayakan semuanya. Saya tidak ingin ada beban moril yang belum terselesaikan ketika saya selesai,” tandasnya.

Pada sisa kepimpinannya, Helmi berharap agar segenap komponen warga masyarakat Kota Bengkulu dapat terus bersama dalam bingkai ketulusan dan cinta terhadap tanah kelahiran Fatmawati Soekarno ini. Menurut dia, bila seluruh komponen warga masyarakat dapat diikat dalam rasa persaudaraan yang iklas, maka tidak akan ada pihak-pihak yang tersakiti dan terzolimi.

“Santun dalam berbicara dan juga santun dalam berbeda pendapat. Semua tidakan pada akhirnya merujuk pada ketentuan yang berlaku. Agar rasa keadilan di Kota Bengkulu ini tidak ditelantarkan,” pungkasnya. [Zefpron Saputra/BIS]