20160326_115910JAKARTA, PB – Kerusuhan berujung pembakaran yang terjadi Rumah Tahanan (Rutan) Malabero Bengkulu langsung ditanggapi oleh Dirjen Pas I Wayan K. Dusak. Dia meminta agar semua pihak yang terkait terhadap insiden ini untuk disanksi tegas.

Baca juga: 80 Persen Rutan Malabero Hangus, Ini Penampakannya

“Tentu, kita menyesalkan peristiwa ini bisa terjadi. Kita tengah mengevaluasi kejadian. Siapapun yang terlibat aksi dan para pihak terkait akan diambil tindakan tegas,” kata dia, di Jakarta, Sabtu (26/3/2016).

Kendati demikian, Dusak belum bisa merinci evaluasi dan tindakan apa yang akan diberikan kepada warga binaan, sipir dan Kepala Rutan Bengkulu, sebab proses evakuasi dan penelitian masih dilakukan.

“Peristiwa itu sudah dapat diatasi berkat kerja keras jajaran berkoordinasi dengan instansi terkait. Beri waktu kepada tim untuk bekerja,” ujarnya.

Sementara itu, Karo Humas Hukum dan Kerjasama Internasional Kemenkumham Effendi Perangin Angin dalam siaran pers-nya mengatakan dugaan aksi pembakaran oleh warga binaan saat razia telah berhasil dikendalikan sekitar Jumat malam pukul 22.45 WIB.

“Jumlah penghuni 259 orang. Yang baru dapat dikendalikan 231 orang menyusul listrik dipadamkan. Lapas mengambil langkah seluruh penghuni dipindahkan ke LP Kelas llA Bentiring. Laporan terkahir 252 penghuni sudah dapat dievakuasi ke Lapas Bentiring,” jelasnya.

Saat ini, Kemenkumham masih mengidentifikasi lima tahanan yang tewas terbakar tersebut. Sedangkan, Kepala Sub Direktorat Komunikasi Dirjen Pemasyarakatan Akbar Hadi menyatakan, ada empat petugas yang berjaga saat kejadian.

“Saat kejadian hanya 4 orang petugas yang berjaga. Satu regu ada 4 orang,” ujarnya

Sebagaimana diketahui, insiden tersebut bermula saat petugas BNNP Provinsi Bengkulu dan tim melakukan penggeledahan ke rutan tersebut. Setiba di sel narkoba, cekcok pun terjadi karena tahanan yang diduga masih mengendalikan bisnisnya di dalam rutan tersebut melakukan perlawanan.

Lihat juga: Korban Terbakar Rutan Malabero Dimakamkan Sore Nanti

Kerusuhan tersebut seketika berubah menjadi aksi pembakaran akibat solidaritas negatif yang dilakukan tahanan lainnya. Akibat kejadian tersebut, sebanyak satu orang tahanan dibawa ke RSU, satu orang dibon BNNP Bengkulu. Lima lainnya, meninggal dunia. [GP]