Fitriani BadrBENGKULU, PB – Warga masyarakat Kota Bengkulu mulai menginginkan adanya pembenahan terhadap seluruh destinasi wisata yang ada di tanah kelahiran Fatmawati Sukarno ini. Usulan ini muncul dari musyawarah-musyarah rencana pembangunan atau Musrembang, mulai dari tingkat lurah, camat, hingga Provinsi Bengkulu.

Baca juga : Ini Strategi Kembangkan Pariwisata Bengkulu dan Dewan Minta Pariwisata Diindustrialisasikan

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bengkulu, Fitriani Badar, mengutarakan, Pemerintah Kota memberikan apresiasi atas usulan-usulan yang muncul dalam Musrembang berbagai tingkat tersebut, khususnya dalam hal pembenahan pariwisata. Namun ia mengutarakan, tahun 2016 ini Pemerintah Kota masih fokus pada infrastruktur.

“Kenapa pariwisata selama beberapa tahun ini belum terlalu kita jamah? Karena fokus kita adalah infrastruktur. Tapi pada tahun keempat nanti, saya sudah matur dengan Pak Wali, APBD kita agar bisa difokuskan ke pariwisata. Karena jalan lingkungan kita hampir 90 persen sudah baik, listrik hampir 92 persen warga sudah menikmati, dan lain-lain,” kata Fitri, Kamis (7/4/2016).

Dalam jangka pendek, jelas Fitri, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota adalah memperbanyak kegiatan yang mendukung promosi kepariwisataan. Misalnya, lanjut Fitri, pagelaran Festival Bengkulu Tempo Dulu yang digelar, baru-baru ini. Kemudian memeriahkan Festival Tabot dan Hari Kain Batik Besurek yang akan digelar akhir tahun ini.

“Target kita pada tahun ini adalah bagaimana mendatangkan orang dulu. Untuk fisik yang bisa digarap dalam waktu dekat adalah Pulau Tikus. Pantai Panjang untuk jangka menengah. Kita sudah sepakat dengan Pemerintah Provinsi untuk berbagi peran. Yang jelas, tahun 2017 nanti kita sudah minta izin kepada Pak Wali agar pendanaan pariwisata lebih besar dari tahun-tahun lalu,” ujarnya.

Ia pun meminta partisipasi yang luas dari masyarakat untuk mewujudkan gagasan besar pengembangan pariwisata di Kota Bengkulu. Partisipasi tersebut, kata dia, bisa dalam bentuk usulan-usulan ringan seperti ide tentang slogan, tagline dan upaya-upaya kreatif lainnya seperti promosi wisata Bengkulu di media sosial.

“Kalau Malaysia mampu menjual ‘Truly Asia‘. Kita Bengkulu ini yang bagus apa? Apakah Bengkulu adalah ‘Pabrik Awan Dunia’ seperti kata LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Atau visit Bengkulu, ‘Only One Hour From Jakarta‘, dan ide-ide lain,” demikian Fitri. [bis/RN]