Helmi dan Keluarga di Pantai PanjangSetiap manusia mampu menggerakkan tubuh dan pikirannya karena energi. Manusia bisa secara bebas menyalurkan energi tersebut ke arah yang positif atau ke arah yang negatif. Bila pemuda di suatu daerah mampu secara kompak menyalurkan energinya ke arah yang positif, kemajuan-kemajuan di daerah tersebut pasti akan sangat menggembirakan.

RUDI NURDIANSYAH, Kota Bengkulu

MATAHARI telah condong ke barat saat Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan ditemui di Pantai Panjang, baru-baru ini. Saat itu, dia tengah asyik bercengkrama bersama keluarganya. Ditemani es degan dan beberapa camilan yang di jual di pinggir jalan, sedikit sekali publik mengetahui bahwa orang nomor satu di Kota Bengkulu itu membaur di tengah ribuan orang yang menikmati akhir pekan di Pantai Panjang.

“Saya sangat mengapresiasi anak-anak muda yang berjualan di sini. Mereka sudah menggunakan waktunya untuk hal yang bermanfaat yang hasilnya bisa dinikmati oleh keluarga dan sanak famili mereka, meski hanya bermodalkan gerobak dan mobil. Usai berjualan, sampahnya tinggal dibersihkan,” kata Helmi, saat itu.

Diketahui, Pemerintah Kota mengucurkan anggaran yang cukup besar dalam APBD agar rakyat dapat menyalurkan energinya untuk berwirausaha dengan program Dana Bergulir Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake). Pada beberapa tahun yang lalu, jumlahnya mencapai Rp 13.649.000.000 miliar. Dan perputarannya sekarang telah mencapai Rp 28.009.900.000 atau bertambah Rp 14.360.900.000. Penambahan itu jauh melampaui jumlah dana yang macet sebesar Rp 4.969.447.626.

Data yang berhasil dihimpun, jumlah peminjam saat ini telah mencapai 10.086 orang. Terbesar, penerima manfaat yang menggunakan dana bergulir ini bergerak pada sektor perdagangan. Kemudian disusul dengan sektor jasa, industri, perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian dan persewaan. Lembaga Kredit Mikro (LKM) yang tergolong sukses mengelola dana ini mengontrol pengembalian dana melalui forum-forum sosial seperti arisan dan dialog.

Agar pengelolaan dana ini dapat berjalan efektif dan efisien, BPK RI Perwakilan Provinsi Bengkulu menyarankan agar pengelolaannya ditingkatkan dari UPTD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bengkulu, Eddyson, menyatakan setidaknya pada akhir Mei 2016 ini, pembentukan BLUD telah rampung.

Disisi lain, berangkat dari evaluasi pengelolaan Dana Bergulir Samisake, Pemerintah Kota juga telah mengajukan adanya revisi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Dana Bergulir Samisake. DPRD Kota Bengkulu kemudian membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk merevisi Perda tersebut. Pansus sendiri telah tuntas melakukan revisi dan tinggal disahkan dalam rapat paripurna.

Bila BLUD telah rampung dan revisi Perda telah tuntas, maka Pemerintah Kota masih akan mengucurkan dana lebih dari Rp 50 miliar lagi. Bila mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi, maka bukan hal yang sulit bila anggaran Rp 50 miliar itu dapat dikucurkan pada tahun 2017 mendatang. Dengan demikian, penciptaan 50 ribu lapangan kerja baru untuk warga Kota Bengkulu yang miskin bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Faktanya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu merilis, terjadinya penurunan angka kemiskinan yang cukup besar ketika Dana Bergulir Samisake dikucurkan. Misalnya satu tahun sebelum Wali Kota Helmi Hasan dan Wakil Wali Kota Patriana Sosialinda menjabat atau pada tahun 2012, angka kemiskinan itu berjumlah 72.500 jiwa.

Pada tahun pertama menjabat atau 2013, angka kemiskinan itu turun sebanyak 72.400 jiwa atau 100 jiwa telah keluar dari kemiskinan. Namun setelah Dana Bergulir Samisake dikucurkan atau pada tahun 2014, angka kemiskinan itu turun lagi sebesar 69.500 jiwa. Artinya, sebanyak 3.000 jiwa telah keluar dari kemiskinan.

Tantangan terberatnya adalah bagaimana membuat Dana Bergulir Samisake yang akan kembali dikucurkan tersebut benar-benar jatuh ke tangan yang tepat. Tentunya dibutuhkan tenaga-tenaga terampil yang memiliki jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan yang tinggi. Disitulah peran pemuda yang memiliki skil dan keterampilan menjadi penting. Pemuda yang akan menjadi harapan bagi masa depan Bengkulu yang lebih baik.

Sekarang tinggal kesediaan dari para pemuda itu sendiri. Bersediakah mengambil peran yang positif dalam menyambut program Dana Bergulir Samisake tersebut atau tetap ingin mengambil peran destruktif. Tidak sedikit pemuda, sebagaimana yang biasa bisa disaksikan di berbagai media massa, menyalurkan energinya untuk saling menuding, saling memfitnah, saling melemparkan makian, mencari-cari kesalahan orang lain dan merasa enggan untuk mengambil bagian positif dalam program-program pemerintah.

“Bila semua energi yang dimiliki pemuda itu dikaryakan untuk membangun daerah, dengan menyalurkan berbagai kemampuan yang dimilikinya untuk berkreasi, berwirausaha, berkesenian, menulis hal-hal yang positif, Bengkulu bisa menjadi daerah yang unggul dalam menghadapi persaingan global,” ucap Helmi Hasan.

Dalam tiga tahun terakhir, birokrasi Pemerintah Kota Bengkulu telah memberikan pengorbanan dengan penerapan lima hari kerja tanpa uang makan. Bahkan tahun ini, seluruh anggaran yang semula untuk pegawai, banyak dipangkas untuk diberikan bagi segala hal yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

Pada tahun 2017, Wali Kota Helmi Hasan dan Wakil Wali Kota Patriana Sosialinda telah mengemukakan, bila persoalan infrastruktur telah rampung, maka Pemerintah Kota bakal membenahi sektor pariwisata dan pasar-pasar rakyat. Dengan harapan, Bengkulu akan dipenuhi oleh wisatawan yang membawa uang untuk dibelanjakan di tanah tempat kelahiran ibu negara pertama Indonesia Fatmawati ini.

Bila peluang ini mampu dibaca dengan baik, oleh para pemuda yang gemar menyalurkan energinya untuk saling menuding, saling memfitnah, saling melemparkan makian, mencari-cari kesalahan orang lain dan merasa enggan untuk mengambil bagian positif dalam program-program pemerintah tadi lantas meninggalkan kebiasaan-kebisaan lamanya dengan membanjiri Bengkulu ini melalui karya-karya nyata mereka, Bengkulu pasti bisa maju. Wallahu a’lam bi ash-shawab. [**]

Baca juga :