100_9830BENGKULU, PB – Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Bengkulu bisa dikategorikan dalam kondisi kritis, selain terganggu oleh faktor kerusakan hutan (deforestasi) juga disebabkan adanya aktifitas penambangan di pinggiran sungai. Akibatnya, kondisi air sungai bertambah parah.

Baca juga: Unib Siap Kerjasama Bangun Maritim

Menyikapi hal tersebut, Universitas Bengkulu mengadakan lokakarya lingkungan dengan tema ‘Membangun Kebersamaan Semua Pihak Dalam Upaya Pemulihan Lahan Kritis Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi dan Ketahun Hulu’. Dalam acara tersebut terungkap bahwa aktifitas tambang menjadi penyumbang bagi kerusakan ekosistem.

Rektor Universitas Bengkulu (UNIB) Ridwan Nurazi mengatakan pemulihan hutan dan lahan kritis sebagai solusi agar pengaturan tata air dan unsur produktivitas lahan dapat tetap menjaga keseimbangan ekosistem DAS.

“Untuk merealisasikan upaya pemulihan tentu diperlukan dukungan masyarakat sekitar dan ketersediaan anggaran. Adanya kontrol serta pengawasan dari pihak-pihak terkait,” ungkap Rektor UNIB Ridwan Nurazi,¬†Kamis (14/4/2016).

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama antara PLN SBKL dan Universitas Bengkulu. Puluhan mahasiswa dan akademisi tampak antusias mengikuti acara peringatan Dies Natalis Universitas Bengkulu ke-34 tersebut.

“Kita berharap ada solusi yang dihasilkan dari pertemuan ini. Komitmen dalam kelestarian lingkungan menjadi tanggungjawab bersama untuk menjamin masa depan kehidupan,” tutup Rektor Universitas Bengkulu (UNIB) Ridwan Nurazi dalam sambutan di Aula Rektorat UNIB. [Zefpron Saputra]

unib 100_9843