Yuan De Gama (4)DALAM dunia bisnis di Bengkulu, nama Yuan De Gama sudah cukup dikenal. Namun mungkin tak banyak yang tahu, sebenarnya pria yang akrab disapa Ucok ini memulai usahanya dari berjualan komputer bekas.

Yuan memulai usahanya dari sekira tahun 2002 atau saat dia menduduki semester akhir saat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu (UNIB). Awalnya, usaha itu hanya berupa jasa pengetikan komputer. Ia juga menerima kursus pengetikan bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).

“Termasuk sejumlah mahasiswa kita pekerjakan dalam usaha ini. Tapi mereka hanya bekerja paruh waktu. Disamping itu saya juga menjual komputer bekas. Letak tokonya di Kampung Bali atau tak jauh dari Kampus UMB,” kata Yuan saat ditemui, Selasa (3/5/2016).

Saat itu, nama tokonya sudah menggunakan nama Biru Komputer. Setelah mempunyai cukup modal, pria kelahiran Sibolga, 10 November 1979 ini kemudian memindahkan tokonya ke Jalan MT Haryono Kelurahan Pengantungan. Kemudian pada tahun 2009, ia juga merambah usaha Perumahan Elite Oase di Kelurahan Pasar Melintang.

“Sebenarnya tahun 2009 itu sudah banyak developer di Bengkulu. Tapi pangsa pasarnya kelas menengah bawah. Saya pikir, kenapa kita tidak membuat konsep perumahan cluster one gate system, rumah tanpa pagar,” ungkapnya.

Tiga tahun kemudian, atau pada tahun 2011, Yuan De Gama kembali merambah bisnis baru, yakni hotel. Mulanya, ia hanya mendirikan Splash Hotel. Sukses dengan Spalsh Hotel, Yuan mengakuisisi Hotel Madelin.Yuan De Gama

“Bersama rekan-rekan di Jakarta, belum lama ini kami mendirikan perusahaan yang menjual wallpaper yang berasal dari Belgia. Barusan perusahaan itu berkembang ke meubel. Tapi khusus di Jakarta. Kalau pasar daerah kurang terjangkau,” ujar Yuan.

Mencintai Tantangan

Yuan merupakan sosok yang mencintai tantangan. Menurut dia, semua usahanya tumbuh dari kecil dan melalui tahapan-tahapan yang wajar. Namun ia senantiasa melihat apa potensi yang akan tumbuh di masa yang akan datang, pada bisnis itulah ia akan terjun dan menerima tantangan.

“Waktu membuka Biru Komputer, komputer saat itu memang lagi booming. Kita bermain di harga yang terjangkau, produk yang komplit dan menjualnya disaat yang tepat. Orang yang berinvestasi pada usaha yang sedang lesu sulit untuk berhasil,” imbuhnya.

Sama halnya ketika ia memulai bisnis hotel. Saat itu, ia melihat ada lahan kosong di Jalan Jend Sudirman Kelurahan Pintu Batu. Saat tanah itu ditawarkan kepadanya, ia disarankan untuk membuka ruko.

“Kalau ruko sekali jalan habis. Padahal saat itu orang sedang euforia dengan bisnis hotel berbintang. Saat itulah saya berfikir, kita harus ada disitu. Aset-aset Biru Komputer saya jadikan sebagai jaminan kredit di bank untuk mendapatkan pinjaman,” sampainya.

Ia kembali mendapatkan tantangan ketika seorang perwira kepolisian menawarkannya Hotel Madelin. Saat itu, keuangan hotel tersebut minus. Letaknya pun di Kelurahan Lingkar Barat ia nilai tak strategis. Tapi karena mencintai tantangan, ia tetap memberanikan diri untuk menerima tawaran hotel tersebut.

“Sejumlah fasilitas seperti kolam renang kita bangun. Semua akses yang kurang layak kita perbaiki. Sekarang pasarnya sudah bagus. Tingkat huniannya sudah 70 persen. Awalnya banyak yang tidak percaya bakal berhasil. Tapi disitulah letak tantangannya. Ketika hotel ini mampu kita hidupkan, berarti kita sukses,” paparnya.

Semua itu dilewati alumni SMA Negeri 1 Matauli Pandan Tapanuli Tengah ini tidak dengan mudah. Ia sempat berkali-kali ditolak ketika mengajukan pinjaman di bank. Bila pun berhasil meminjam, ia harus memenuhi semua persyaratan yang berat.Yuan De Gama (1)

“Makanya kita kurang kompetitif. Jumlah pengusaha di negara kita ini hanya dua persen. Sementara di negara maju rata-rata tujuh persen. Malaysia saja empat persen. Kalau kita ingin berhasil bersaing, kita harus mempermudah syarat-syarat untuk menumbuhkan dunia usaha,” ungkapnya.

Untuk pembaca setia Pedoman Bengkulu yang ingin berwirausaha, Yuan menyarankan agar mereka yang berjiwa entrepreneurship mengarahkan usahanya ke arah kemaritiman. Menurut dia, usaha pertambangan dan perkebunan bukan lagi komoditas yang menjanjikan.

“Ada begitu banyak potensi besar di bidang kemaritiman. Seperti ekonomi kreatif dan pariwisata. Dengan pantai kita yang panjang dan potensi laut kita yang besar, saya yakin usaha pada bidang kemaritiman ini akan booming ke depan,” bebernya.

Membangun Bengkulu Melalui Organisasi

Yuan De Gama (6)Yuan De Gama sama sekali tidak tertarik dengan dunia politik. Namun ayah dari tiga anak ini berkecimpung dalam banyak organisasi. Ia menjadi pengurus di berbagai organisasi profesi dan olahraga. Sejatinya, ia ingin terlibat aktif membangun Bengkulu melalui berbagai organisasi tersebut.

“Teman-teman juga banyak yang mendorong saya untuk memimpin KONI Bengkulu. Terus terang bilamana amanah itu saya pegang, tentunya itu bukan beban yang ringan. Tapi saya yakin, disitu ada bakti yang besar untuk Bengkulu tercinta,” kata pria berparas tampan ini.

Menurut Yuan, setiap orang, dimanapun ia berada, harus memiliki arti dan manfaat untuk sesama. Yuan sendiri tak pernah membatasi diri untuk bergaul dengan siapa saja. Walau Yuan telah memiliki usaha yang banyak, tapi ia berkomitmen untuk menghabiskan masa tuanya di Bengkulu.

“Ketika saya injakkan kaki di Bengkulu, saya begitu terpesona dengan alam dan manusianya. Makanya meski saya telah lulus kuliah dulu, saya tak ingin kembali ke kampung asal. Saya bergaul disini. Saya menemukan istri di Curup,” kenangnya sembari menjelaskan bahwa saat ini istrinya sedang hamil tua seorang anak perempuan yang akan ia beri nama Shanna.Yuan De Gama (2)

Walau banyak dorongan untuk ikut berpolitik, Yuan selalu menolak. Tapi ia senang berkawan dengan orang-orang dari partai politik. Menurutnya, membangun Bengkulu tidak hanya dengan jalan politik. Ia senang bisa diterima oleh seluruh rekan-rekannya dari latar belakang politik apapun.

“Saya mengenal tokoh-tokoh politik di Bengkulu sejak masa pergerakan reformasi dahulu. Waktu itu saya ikut dalam gelombang demonstrasi 1998. Yang paling berkesan ketika saya ikut demonstrasi adalah peristiwa bentrok di UNIB. Mantan anggota DPRD Mukomuko, Ali Syaftaini, saat itu jadi korlap. Ia dipukul polisi di depan mata saya,” demikian Yuan. [Rudi Nurdiansyah]

Profile Yuan De Gama

Lahir : Sibolga, 10 November 1979
Istri : Putri Pratiwi
Anak : Dealova, Keiko dan Louis

Pendidikan :
SD Negeri 9 Sibolga
SMP Thawalib Padang Panjang
SMA Negeri 1 Matauli Pandan Tapanuli Tengah
Fakultas Ekonomi UNIB

Organisasi :

Wakil Ketua DPD HIPMI Provinsi Bengkulu
Pengurus DPD Kadin Provinsi Bengkulu
Anggota DPD Apkomindo Provinsi Bengkulu
Wakil Ketua Persatuan Binaraga Angkat Besi Provinsi Bengkulu
Bendahara Perbakin Bengkulu
Wakil ketua FORMI Bengkulu