kantong darahBENGKULU, PB – Menjelang bulan puasa PMI Provinsi Bengkulu mengakui kesulitan mendapatkan pendonor darah, penyebabnya kondisi mayoritas masyarakat terkhusus umat muslim yang sedang berpuasa. Baca juga: Sekjen PMI: Peningkatan Kebutuhan Donor Darah Perlu Kerjasama

“Setiap memasuki bulan puasa nanti kita selalu mengalami kesulitan mendapatkan pendonor darah, ini yang sangat sulit dan stok darah bisa kekurangan. Dalam sehari hanya 1-2 orang donor darah sementara yang dibutuhkan sebanyak 1.200 sampai 1.600 kantong setiap bulannya. Sementara itu saat puasa tak ada orang yang mau donor darah,” kata Sekretaris PMI Provinsi Bengkulu, Joni Syahputra, Kamis (26/5).

Seperti menjelang puasa  pada tahun sebelumnya kata Joni, sangat minim orang yang mau mendonorkan darahnya, biasanya BIS PMI mencari darah diparkiran masjid raya, Masjid Jamik, Al hasil biasanya satu orang saja yang hendak mendonorkan darahnya. PMI sebenarnya bisa saja meminta bantuan darah dari non muslim tapi darah non muslim masih menjadi pro dan kontra bagi sebagian ulama.

“Ada juga pernyataan dari MUI katanya haram donor darah dari non muslim, tapi PMI tidak memandang agama, suku, ras dan golongan, demi kemanusiaan PMI bersikap netral dan independen.  Namun dari pengalaman sebelumnya tidak ada kendala, kita masih ada donor pengganti, tidak perlu menelpon minta dikirim ke PMI Jakarta,” paparnya.

Ia juga menyarankan bagi instansi atau lembaga yang mengadakan event atau acara sembari mengelar kegiatan donor darah, menurut Joni hasilnya juga tidak maksimal, paling banyak 5 kantong.

“Jadi saya menyarankan bagi dinas/instansi yang mau menyelengarakan donor darah sebaiknya terpisah dari acara event tersebut. Sehingga hasilnya bisa maksimal,” pungkasnya. [MS]