• MarjonBENGKULU, PB – Persoalan yang menimpa Sumini, warga RT 9 RW 3 Kelurahan Rawa Makmur yang ditolak pihak rumah sakit ketika membawa anaknya berobat lantaran kartu jaminan kesehatannya dicoret mendatangkan keprihatinan¬†dari Pemerintah Kota Bengkulu.

Baca juga : Presiden Jokowi Respon Keluhan Warga Bengkulu

Dikatakan Sekretaris Daerah (Sesda) Kota Bengkulu, Marjon, Pemerintah Kota tidak mengharapkan peristiwa seperti itu terjadi. Ia pun mengimbau kepada warga Kota Bengkulu yang tidak memiliki biaya pengobatan untuk merawat kesehatannya di RSUD Kota Bengkulu.

“Instruksi Pak Wali, jangan sampai ada yang mengabaikan warga ketika mereka sakit, bahkan bagi orang-orang yang kurang mampu. Layani dulu warga kita itu hingga sembuh, soal-soal administrasi boleh menyusul,” kata Marjon kepada Pedoman Bengkulu, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota telah meminta kepada sejumlah instansi terkait untuk kembali memperhatikan secara seksama pendataan terhadap warga yang kurang mampu yang ada di Kota Bengkulu agar jaminan sosial yang menjadi hak mereka tidak terhapus.

“Sembari menunggu pembaharuan data, sekalipun kartu BPJS yang bersangkutan tidak aktif, semua yang kurang mampu tetap akan dilayani untuk berobat. Apalagi Pak Wali sudah berkali-kali menekankan, pelayanan adalah yang utama. Jangan takut diabaikan,” demikian Marjon.

Sebelumnya dilansir, Lantaran mendapatkan surat dari Ketua RT 9 RW 3 Kelurahan Rawa Makmur, Zainal Abidin, Presiden RI Joko Widodo langsung memberikan respon dengan cara meminta kepada Sekretariat Negara (Setneg) menindaklanjuti surat tersebut.

Dikatakan Zainal Abidin, surat tersebut ia kirim kepada Presiden Joko Widodo sekira tanggal 14 Maret 2016. Surat tersebut berisi persoalan warganya atas nama Sumini yang dihapus dari daftar warga miskin. Padahal, kata dia, Sumini masih miskin. [BIS/RN]