Ilustrasi Penjambretan
Ilustrasi Penjambretan

BENGKULU SELATAN, PB – Kota Manna sepertinya menjadi lahan empuk bagi pelaku tindak kejahatan jambret. Terbukti akhir-akhir ini sudah sering terjadi aksi jambret dan mayoritas korbannya adalah ibu-ibu. Baca juga: Jambret Rampas Tas Berisi Uang Tunai Rp 100 Juta

Belum lagi selesai kasus jambret yang menimpa Kusma Boti, warga Kelurahan Belakang Gedung dan Wita, warga Kelurahan Ketapang Besar Kecamatan Pasar Manna, hari ini kembali terjadi aksi penjambretan di Jalan Kartini Manna. Lagi-lagi korbannya adalah ibu-ibu.

Adalah Tris Miarti (50), warga Jalan Bahmada Rustam Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Kota Manna. Ibu yang berprofesi sebagai PNS di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu Selatan ini menjadi korban penjambretan Saat sedang melintas di Jl Kartini sekira pukul 16.00 WIB, Selasa (3/5/16).

Data terhimpun, sore itu korban bermaksud berangkat ke kantornya yang beralamat di Jl Duayu untuk mengikuti apel sore. Saat melintas di TKP, korban mengenderai sepeda motor Honda Beat Nopol BD 3926 BS. Tiba melaju sepeda motor blade yang dikemudikan oleh pelaku. Tiba-tiba pelaku mendekati motor korban dan secepat kilat merampas tas milik korban yang saat itu digantungkan di stang motor.

Tas tersebut berisi dua unit handphone, uang tunai Rp 1,8 juta, KTP, SIM dan dokumen penting lainnya. Setelah kejadian korban berteriak sehingga mengundang perhatian banyak orang. Pelaku sempat putar arah dari taman merdeka ke arah kantor lurah Kampung Baru. Pelaku sempat dilempari warga dan dikejar namun tidak berhasil. Sesaat setelah kejadian itu, korban langsung melapor ke Polres BS.

“Pelakunya itu dua orang, yang dibelakang pakai helm, yang di depan tidak. Motornya itu blade, tapi tidak pakai nomor polisi” ujar korban saat ditemui pedomanbengkulu.com di TKP.

Kapolres BS, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Rizqi Akbar disampaikan Kanit Pidum, Anandya Marco Diaz membenarkan kejadian tersebut.

“Laporannya sudah kita terima, saksi dan korban sudah kita mintai keterangan. Kita imbau kepada masyarakat untuk tidak meletakkan tas di stang saat berkendara,” imbau Kanit. (Apdian Utama)