ngabuburit-kolak-musiman-(1
Ilustrasi

BENGKULU TENGAH, PB – Saat bulan Ramadhan tiba sejumlah warga Kembang Seri mulai membuka lapak makanan dan minuman ringan di depan rumah mereka. Di samping menambah penghasilan lapak di depan rumah warga tiap ramadhan adalah tradisi.

“Ya biasanya memang begini tiap ramadhan. Ada saja yang dijajani, makanan goreng, dan minuman jelang berbuka kami tawarkan ke pembeli. Biasanya memang warga sekitar, juga banyak yang melintas yang membeli,” kata Min, kepada Pedoman Bengkulu, Jumat (10/6) di desa Kembang Seri.

Selain Min, lapak-lapak warga juga bermunculan di simpang SPBU Kembang Seri. Beragam makanan, minuman dan cemilan dijajakan di ruas jalan itu. Baik menggelar meja, gerobak dorong, hingga motor-cendol berjejeran di pinggir jalan raya utama di kala maghrib tiba.

“Ini keahlian saya bikin cendol, suka saja jualan sore-sore. Selain menambah penghasilan juga menyalurkan hobi jualan. Memang saya sudah punya penghasilan dari kebun sawit. Tapi sayang saja keahlian (bikin) cendol tidak dipakai,” terang Hatta (55), seorang penjaja es keliling.

Lain cerita dengan Aa, istri mantan anggota Brimob Polda Bengkulu ini mengaku berjualan es dawet di simpang SPBU dengan memanfaatkan keramaian warga yang melintas sore hari. Jelang waktu berbuka, keramaian warga membludak. Omset penghasilan meningkat drastis dibanding hari biasa.

“Bulan Ramadhan ini memang banyak berkah, sore hari waktu yang tepat untuk berjualan, dan bersyukur banyak pembelinya,” ungkap Aa.

Simpang SPBU jadi salah satu alternatif pilihan menu jajanan berbuka di perlintasan Kecamatan Talang Empat. Beragam jajanan khas menu berbuka di tawarkan di sana. Bila lewat di ruas jalan itu sore hari saat-saat ramadhan sayang dilewatkan membeli jajanan di tempat ini. (Dedy Irawan)