ridwan muktiBENGKULU, PB – Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti menegaskan pemerintah provinsi tidak akan mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk para honorer yang ada di lingkungan pemda tersebut. Sebab, ia menilai hal itu melanggar peraturan yang ada.

“Merekrut honorer saja itu sudah melanggar PP Nomor 48, apalagi memberikan THR,” jelas Ridwan, ditemui Jumat (24/6/2016) malam.

Selain tidak memberikan THR kepada honorer, ia mengaku pihaknya saat ini juga tengah melakukan evaluasi terhadap honorer yang ada di pemprov. “Mau ngapain juga jadi honorer,” kata dia.

Menurutnya, jumlah honorer pemprov saat ini sudah sangat gemuk. Dimana, angkanya mencapai 2.025 orang. Untuk honorium 2.025 orang itu, kata Ridwan, anggarannya mencapai Rp40 miliar.

(Lihat juga: Honorer Pemprov Bengkulu Capai 2.021 Orang)

“Provinsi lagi mengendalikan honorer karena jumlahnya setelah dikonsolidasi mencapai 2.025 orang Dengan jumlah ini, anggaran yang harus dialokasikan sebesar Rp40 miliar. Dan ini melanggar PP 48,” jelasnya.

Lebih mirisnya lagi, kata Ridwan, hampir semua honorer yang ada di Pemprov Bengkulu itu tidak ada yang sarjana. “Ini akan jadi masalah buat kita,” ucapnya. [IC]