Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi

JAKARTA, PB – Surat Imbauan untuk tidak mengambil cuti saat libur lebaran di tahun 2016 ini, berhasil menangguhkan sedikitnya 30.000 izin cuti yang diajukan oleh para Aparatur Sipil Negara. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi, Senin (11/7/2016).

Menurutnya imbauan untuk tidak mengambil cuti saat lebaran bukan tanpa alasan. Hal tersebut bertujuan agar penyelenggaraan pelayanan publik tetap berjalan meski di saat libur Hari Raya Idul Fitri 1437 H seperti saat ini.

“Imbauan untuk tidak mengambil cuti sangat efektif, tidak kurang dari 30.000 izin yang ditangguhkan. Tidak sedikit juga pejabat negara yang membatalkan cutinya akibat adanya surat imbauan tersebut,” ujarnya.

Ia menilai jika para aparatur negara mengambil cuti saat lebaran akan berdampak pada tidak efektifnya pelayanan publik bagi masyarakat terlebih dalam bidang kesehatan. Ia pun berpendapat jika libur serta cuti bersama yang diberikan pemerintah sudah cukup panjang, sehingga pelayanan publik bagi warga juga harus dipikirkan jangan sampai ada yang terabaikan.

“Coba bayangkan kalau sebagian ASN cuti pasca lebaran, di front office kosong tidak ada yang bertugas. Jangan sampai hal seperti itu terjadi di kemudian hari,” ujarnya.

Diakui bahwa cuti merupakan hak bagi setiap pegawai PNS. Tetapi sebagai PNS, sudah semestinya selalu mendahulukan kepentingan masyarakat yang lebih luas, dalam hal ini pelayanan kepada masyarakat. Yuddy mengaku bahwa dirinya tidak bisa melarang seseorang mengambil cuti.

Karena itu, yang dilakukan adalah mengimbau kepada Pejabat pembina Kepegawaian di masing-masing instansi pemerintah untuk tidak memberikan cuti tahunan pasca cuti bersama dan ibur idul fitri 1437 H. [GP]