Lapas BentiringBENGKULU, PB – Insiden kericuhan Lapas Kelas IIA Bentiring mulai ada titik terang.  Tak tanggung tanggung, korps bhayangkara telah menetapkan sejumlah tersangka, dua diantaranya adalah internal Lapas, yakni 1 sipir berinisial RA dan Kepala Pengamanan Lapas berinisial HT.

Kericuhan Lapas Bentiring, 9 Orang Resmi Ditetapkan Tsk

Untuk HT, kepolisian menetapkan dia sebagai dalang kericuhan yang bemula dari razia narkoba di lapas yang digelar oleh jajaran Kepolisian Bengkulu, Kamis (21/07) lalu tersebut.

Kapolresta Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta menilai masuknya narkoba ke dalam Lapas tersebut secara terorganisir atau sejatinya diketahui oleh petugas hingga KPLP. Misalnya saja, lanjutnya, di dalam lapas yang baru dibangun itu terdapat shabu, kaca pirek, bong shabu hingga timbangan digital.

“Jelasnya keterangan yang sudah diperiksa, dari pihak Lapas itu tahu bahwa sudah ada sabu dan bertransaksi di dalam lapas itu. Untuk HT sendiri dari hasil pemeriksaan dia lah yang menjadi dalang atas kericuhan itu, untuk melawan anggota kita. Maka dari itu, pada pasca kejadian KPLP kita tangkap. Semua ruangan blok kamar tahanan kita kerahkan polisi,” tegasnya, Rabu (27/7/2016).

Tak hanya disangkakan sebagai provokator yang melanggar pasal 160 KUHP, setelah pengetesan urine ternyata hasil tes HT juga positif sebagai pengguna narkoba. Dalam pemeriksaan baru-baru ini, juga ditemukan bukti baru: Tak Jera, Polisi Temukan Kembali Narkoba di Lapas Bentiring

Ardian menerangkan pada saat melakukan razia pintu kamar tahanan yang berada di lantai atas semuanya tidak terkunci dengan gembok, akibatnya seluruh narapidana dan tahanan lantai atas lapas tersebut melakukan perlawanan terhadap personel polisi dengan menggunakan berbagai benda keras. “Jadi KPLP yang menyuruh dan memerintahkan, satu sipir lainnya memberikan kunci kepada enam narapidana,” imbunya. (RU)