Peluncuran Toko Tani Indonesia (1)BENGKULU, PB – Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengkritik model pengelolaan pangan yang diserahkan kepada mekanisme pasar bebas. Hal ini ia tegaskan saat berpidato dalam kegiatan peluncuran program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUMP) melalui Toko Tani Indonesia (TTI) di Desa Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (27/7/2016).

Baca juga : Nelayan Diminta Bentuk Koperasi

“Soal pangan ini jangan kita serahkan kepada pihak pasar atau swasta. Perilakukan masalah pangan ini sebagaimana kita mengelola militer atau pertahanan kita. Sebab, pangan ini tak jauh beda dengan senjata. Kalau senjatanya kita berikan kepada orang lain melalui mekanisme pasar, tunggulah kehancuran bangsa ini,” kata Ridwan disambut antusias seluruh tamu undangan yang hadir pada acara tersebut.

Ridwan berharap kepada pejabat pemerintah pusat yang hadir dalam acara itu untuk menyampaikan pesan ini kepada pihak-pihak yang terkait. Di Bengkulu sendiri, Ridwan memastikan akan senantiasa mengajak para kepala daerah di kabupaten/kota untuk bersama-sama membangun ketahanan pangan yang kokoh dan mandiri.

“Sekali kita serahkan masalah pangan ini kepada pasar, kondisi akan seperti sekarang. Semua dikuasi oleh kapital-kapital besar. Sementara petani kita terus terpojok. Namun bila pemerintah pusat hadir, kemudian daerah-daerah juga bersedia untuk saling bergandengan tangan, istilahnya kita keroyokan menangani masalah ini, kita akan menjadi bangsa yang kuat,” tegasnya.

Karenanya Ridwan mengimbau kepada segenap yang hadir untuk sama-sama bahu membahu meningkatkan produktifitas petani, bukan hanya pada musim paceklik yang membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi, namun juga setiap saat hingga para petani di Bengkulu dapat hidup sejahtera dan berjaya.

“Saya kemarin ke Amerika. Orang tanam kedelai itu berhektar-hektar hanya memakan waktu 4 jam. Mereka garap pertaniannya dengan teknologi tinggi. Biaya produksinya hanya 30 persen dari kita. Itu yang membuat harga produk pertanian mereka lebih murah dari kita. Itu juga yang membuat mereka mampu membanjiri pasar kita. Kalau ini tidak kita sadari, maka petani kita akan terus menderita,” sampai Ridwan.

Terhadap hasil produk-produk petani Bengkulu, Ridwan berharap agar pemerintah daerah dapat mengemasnya dengan baik dan menarik. Menurut dia, salah satu ketertinggalan Indonesia pada bidang pangan adalah kurang menariknya tampilan produk-produk yang dihasilkan untuk dijual di pasar-pasar internasional.

“Harus ada terobosan. Jangan lakukan seperti yang sudah-sudah. Pakai designer yang handal, pakai ahli-ahli, tim-tim kreatif, agar makanan-makanan kita bisa ditampilkan dengan sangat baik tanpa harus meninggalkan kearifan lokal. Bisa kita lihat singkong Thailand misalnya dengan singkong kita. Yang satu tampilannya luar biasa, sementara kita biasa saja. Tapi jangan berkecil hati. Saya sampaikan ini hanya kritik agar kita maju. Sebab, 10 tahun saya jadi bupati melihat tampilan kita memang begitu-begitu saja,” ujarnya.

Ia pun berharap agar TTI dapat menjadi alat strategis untuk memotong rantai distribusi pertanian. Namun Ridwan menekankan agar TTI tidak lekas terpuruk setelah terbentuk. Ia menyarankan agar TTI dapat menggandeng ahli finansial agar kas keungannya dapat dikelola dengan baik. Sebab, pesan Ridwan, TTI mendapatkan bantuan dana bergulir dimana setiap dana yang ada harus dapat dipergunakan dengan tepat.

“Kalau bisa gandeng OJK. Jangan pegang uang tunai yang besar. Kemudian kerjasama dengan ansuransi untuk menghindari kegagalan TTI. Sehingga kalaupun ada uang yang lenyap akan diganti. Jangan sampai dana bergulir akhirnya lenyap begitu saja. Sehingga jadi gagasan yang tidak bisa dikembangkan. Kalau hari ini hanya satu toko saja, kita harapkan ke depan di seluruh Bengkulu toko ini ada. Kita berharap toko ini berkibar secara nasional,” tutup Ridwan disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Acara ini sendiri dihadiri oleh anggota Komite II DPD RI Riri Damayanti John Latief serta anggota senator lainnya. Gubernur sendiri di dampingi oleh Bupati Bengkulu Utara Mian, unsur Muspida dan Muspika dari kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Acara ini juga diisi dengan launching relawan anti kekerasan dan sayangi anak Indonesia sekaligus pelantikan Forum Anak Fantasi Daerah Bengkulu Utara yang dilakukan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto. [RN]

Peluncuran Toko Tani Indonesia (3) Peluncuran Toko Tani Indonesia (2)