Hujan Meteor
Ilustrasi

FENOMENA meteor atau biasa disebut bintang jatuh akan tampak menghiasi langit di malam minggu ini. Peristiwa itu disebut juga hujan Meteor Perseids yang akan mencapai puncak aktifitasnya pada tanggal 12 – 13 Agustus 2016. Hujan meteor Perseids memiliki radiant rasi bintang Perseus yang terbit di langit timur laut pada pukul 01.00 WIB.

Meteor akan tampak jelas sebab langit diprediksi sangat gelap sebab kondisi Bulan sedang berada pada fase kuarter awal, sehingga cahaya meteor redup dari hujan meteor Perseids dapat teramati dengan baik. Ini bisa menjadi momen bagi anda untuk mengabadikan foto menarik tentang hujan meteor yang cukup langkah.

Hujan meteor kali ini akan tampak lebih menarik daripada peristiwa hujan meteor minor atau hujan meteor berintensitas rendah yang telah mengawali Agustus tahun ini. Hujan meteor bernama Alfa Capricornid terjadi tanggal 2 Agusutus lalu. Meteor Alfa Capricornid diperkirakan sekitar 5 meteor per jam (ZHR) di langit yang gelap.

Pada tanggal 6 Agustus juga terjadi peristiwa hujan meteor τ–Aquarid. Hujan meteor ini juga termasuk hujan meteor minor, intensitas maksimumnya diperkirakan sekitar 8 meteor per jam (ZHR) jika diamati di langit yang gelap dan cerah karena tampak pada rasi bintang Aquarius.

Selain itu, perisitiwa meteor Perseids ini sebelumnya didahuli asteroid Pallas yang telah melintas di antara orbit Mars dan Jupiter pada malam tanggal 9 Agusutus kemarin. Jika asteroid Pallas membutuhkan teleskop kecil untuk diamati maka hujan meteor asteroid Perseids ini dapat disaksikan dengan mata telajang.

Dari wilayah yang gelap dan jauh dari cahaya perkotaan, fenomena ratusan bintang jatuh setiap jamnya akan tampak di langit seperti halnya fenomena ekor komet Switf-Tuttle yang memungkinkan adanya 150 bintang jatuh per jamnya. Jadi langit akan tampak berkilau oleh ekor cahaya meteor.

Perisiwa hujan meteor Alfa Cygnid pada tanggal 21 Agustus mendatang akan menjadi penutup peristiwa langit sepanjang Agustus 2016, hujan meteor α-Cygnid! Peristiwa yang satu ini akan mencapai tingkat maksimumnya mulai tengah malam 21 Agustus 2016 sampai menjelang terbit Matahari.

Sayangnya, hujan meteor Alfa Cygnid adalah hujan meteor minor. Diperkirakan selama puncaknya, akan ada 5-10 meteor per jam (ZHR) yang melesat di langit yang gelap dan terang. Titik radiannya adalah rasi bintang Cygnus. Pada tengah malam, rasi bintang ini berada di ketinggian 34° di atas cakrawala Utara. Pastikan Anda melihat ke titik radian di mana meteor seolah muncul ini agar mendapatkan lebih banyak meteor.

Meteor merupakan zat padat yang berukuran kecil dan bergerak melintasi angkasa. Ketika meteor-meteor itu muncul di atmosfir dan tampak meninggalkan ‘ekor cahaya’ yang menyala akibat dari panas yang timbul karena gesekan udara di atas permukaan meteor-meteor tersebut.

Para ahli astronomi sekarang berpendapat bahwa meteor yang muncul secara berkala adalah pecahan-pecahan komet-komet. Ketika komet-komet pecah, jutaan pecahan terus bergerak melintasi angkasa sebagai kelompok atau aliran meteor. Kelompok-kelompok itu bergerak dalam orbit-orbit atau lintasan-lintasan yang beraturan di angkasa. Satu kelompok meteor berjalan melintasi lintasan bumi setiap 33 tahun sekali. (RPHS)