14459115_120300000268964743_1953310193_nBENGKULU, PB – Kesedihan tampak dari air mata Mantan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu Rinaldi, karena tersandung tindakan pidana korupsi.

Bahkan Rinaldi sempat menyapa hingga memeluk hangat para wartawan ketika saat mewawancarainya. Dimana dirinya  telah ditahan Kejaksaan Tinggi Bengkulu karena dugaan korupsi pengadaan bibit ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Anggaran Tahun 2015.

Menurutnya, kerugian negara tersebut tidak dinikmati sama sekali olehnya. Namun bagaimana pun sebagai PA (Pengguna Anggaran) dan sebagai WNI (Warga Negara) yang baik, dirinya akan menempuh proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya ditetapkan sebagai tersangka karena sebagai pengguna anggaran, dan untuk proses hukum biarlah di persidangan saja. Saya mengundurkan diri sehari sebelum penetapan tersangka terhadap saya, itu sebagai bukti tanggung jawab, supaya tidak mengganggu aktivitas dinas,” terangnya sembari meneteskan air mata usai diperiksa Kejaksaan Tinggi Bengkulu Rabu (22/09).

Dimana dalam perjalanan kasus ini, pada tahun 2015 kantor DKP Provinsi Bengkulu telah melakukan kegiatan pengadaan bibit ikan untuk masyarakat dengan anggaran sebesar Rp 961.744.500, tepatnya pada tanggal 12 Januari 2015.

Pada saat dilakukan lelang HPS dibuat tanpa melalui prosedur yaitu harga benih ikan tidak dilakukan survey di lapangan dan tidak disesuaikan dengan standar harga dari pemerintah daerah setempat. Sehingga terjadi mark up atau kelebihan pembayaran pada saat pembelian bibit ikan tersebut. Dengan demikian, terjadi kelebihan pembayaran pada saat pembelian bibit ikan. Dari anggaran dana tersebut, terjadi mark up harga sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 588.769.381.

Hal senada disampaikan oleh Agung Pratama, SH Pengacara Hukum Rinaldi, kliennya merasa tidak menikmati hasil kerugian negara tersebut. Selain itu dirinya bersama rekan dalam persidangan nanti sudah siap menghadirkan saksi yang meringankan hukuman klien nya tersebut.

“Pak Rinaldi tidak menikmati hasil tersebut, dan kita sudah siapkan saksi saksi yang meringankan klien kita, baik secara fakta dan ahli, ya kita tunggu saja dalam persidangan,” terangnya.

Sementara itu, pemeriksaan Rinaldi sendiri terkait memanggil dua saksi untuk meringankan dirinya dalam kasus tersebut. Dimana pada surat BAP, tersangka meminta untuk menghadirkan saksi yang menguntungkan dirinya. Hal ini disampaikan oleh Plh Aspidsus Kejati Bengkulu Safrianto Zuriad Putera, SH.

“Ini dilakukan pemeriksaan saksi yang dilakukan dapat yang menguntungkan tersangka sesuai pasal 116 ayat 3 KUHAP, tersangka hak untuk menghadirkan saksi. Dimana pada saat penahanan dia meminta untuk menghadirkan saksi yang meringkan dirinya. Untuk siapa saksinya, nanti kita lihat dipersidangan. Ada dua orang, namun hanya satu orang yang datang,” tandasnya. [RU]