fb_img_14736780883272938BENGKULU SELATAN, PB – Pasca ambruknya jembatan gantung di Dusun Lubuk Langkap, Desa Suka Maju, Kecamatan Air Nipis yang hampir membahayakan ratusan pengunjung mendapat perhatian khusus oleh Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Ia langsung meninjau lokasi tersebut dan berjanji segera akan membangun jembatan secara permanen. Yang mana lokasi tersebut merupakan tempat wisata yang menjadi suatu kebanggan masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kunjungan Bupati didampingi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pemda Bengkulu Selatan H Junior Hafis, Wakil Ketua (Waka) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) BS Susman, Waka II Yinadi, Ketua Komisi II Faizal Mardianto, beserta anggota dewan Gunadi Yunir, MM dan SKPD terkait, selasa (13/9/16).

“Ia jembatan gantung yang ambruk secepatnya dibangun secara permanen. Jembatan merupakan penarik pengunjung saat sedang berada dilokasi wisata,”kata Bupati didampingi Ketua Tim Percepatan Pembangunan H Junior Hafis.

Dikatakan Bupati, jembatan gantung ini akan dibangun mengunakan dana darurat. Pasalnya dana darurat dianggarkan secara stanbay. Ketika terjadi bencana semuanya akan kita realisasikan. Apalagi jembatan gantung merupakan jembatan yang menjadi objek wisata.

“Jembatan akan kita bangun permanen. Sehingga kedepan bukan hanya pejalan kaki dan roda dua yang dapat melintas. Namun kedepan roda empat juga bisa melintas diatas jembatan ini. Tentu saja dengan kejadian ini semuanya ada hikmanya dan akan memberikan suatu perubahan. Dan kami minta pada warga sekitar agar jembatan yang ambruk ini tidak boleh dilintasi lagi. Dan dipasang penghadang. Karena dengan kondisi saat ini dapat membahayakan bagi pengunjung bila nekat brjalan diatas jembatan yang sudah ambruk,”ujarnya.

Menurutnya, wisata sungai yang berada di Dusun Lubuk Langkap kedepan akan memberikan warna baru. Semua fasilitas akan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 yang akan datang. Sehingga para pengunjung wisata tempat tersebut akan semakin ramai.

Kepala Desa (Kades) Desa Suka Maju Suprianto mengatakan, jembatan yang ambruk dikarenakan pengunjung terlalu ramai saat berada diatas jembatan. Akibatnya jembatan tidak dapat menahan beban begitu berat. Dan akhirnya jembatan yang dibangun sejak tahun 2003 yang lalu ambruk ke aliran sungai. Beruntung pasca kejadian tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kami himbau pada pengunjung agar jembatan yang sudah ambruk untuk sementara tidak boleh dilintasi. Karena tidak menutup kemungkinan jembatan akan menimbulkan korban. Dan ia mengucapkan terimakasi pada Bupati dan anggota dewan sudah meninjau langsung lokasi jembatan ambruk,”beber Kades diamini Ketua Karang Taruna Desa Suka Maju Beni Oktavia.

Dikatakan Kades jembatan gantung ini juga dapat menghubugkan dari Dusun Lubuk Langkap ke Desa Suka Maju. Jembatan tersebut sudah lanjut usia dengan berlantai papan yang panjangnya lebih kurang 25 meter dibangun tahun 2003. Dan pernah diperbaiki tahun 2008 yang lalu secara bergotongroyong.

“Beruntung kejadian tidak menelan korban,”ungkapnya

Untuk diketahui Senin (12/9/16) jembatan gantung Lubuk Langkap ambruk. Pada saat kejadian objek wisata tersebut tengah ramai dikunjungi masyarakat yang tengah berwisata dalam rangka liburan Idul Adha 1437 H. Diduga ambruknya jemvatab lantaran kelebihan muatan orang sedang berada di atas jembatan. Untung saja tragedi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun beberapa orang mengalami luka-luka dan sempat dilarikan ke Puskesmas. (Apdian Utama)