353681_sapi-ntt-tiba-di-jakarta_663_382JAKARTA, PB – Daging sapi merupakan satu dari 11 komoditi strategis yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Bahkan saat pemerintahan sebelumnya, swasembada daging juga sudah menjadi salah satu target pemerintah.

Baca juga: Swasembada Daging Kembali Digalakkan

Namun diakui untuk bisa mencukupi kebutuhan daging dari dalam negeri bukan persoalan gampang. Presiden Joko Widodo memperkirakan, untuk bisa mencapai swasembada daging paling tidak diperlukan waktu 9-10 tahun. Bahkan harus dimulai dari hulu yakni pembibitan.

“Dengan program jangka panjang diharapkan kita dapat swasembada daging,” ujarnya saat meninjau peternakan sapi PT. Karya Anugerah Rumpin di Jalan Raya Cibodas No. 99, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Program pembibitan tersebut diperkirakan akan dapat diselesaikan dalam jangka waktu lama. Pasalnya. Diperlukan untuk menyeleksi sapi-sapi untuk mendapatkan bibit sapi unggul.

“Hitung-hitungan yang kita lakukan, proses untuk mendapatkan bibit unggul perlu waktu antara 9-10 tahun karena harus menyeleksi untuk mendapatkan sapi-sapi yang mempunyai performa yang bisa dipakai untuk menghasilkan sperma. Semen beku itu nantinya dibagi-bagikan baik kepada industri maupun kepada petani,” tutur Presiden.

Mengapa bisa sampai 9-10 tahun? Jika dalam satu tahun diperlukan 2-3 juta semen beku, maka dalam waktu 6 tahun dan dilakukan terus-menerus, persoalan hulu baru bisa diselesaikan. Untuk proses hilirisasi diperlukan waktu sekitar 3 tahun. “Tapi itu harus dilakukan secara konsisten tinggi,” ujarnya. (AS)