BENGKULU SELATAN, PB – Lantaran belum cair dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Daerah (BOSDA), sejumlah guru honorer di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) belum menerima gaji sejak Januari sampai Maret 2017.

Seperti halnya yang terjadi di SMK Negeri 1 Bengkulu Selatan.

Diungkapkan Kepala SMKN 1 BS Haliman SE , selain guru honorer juga termasuk honorer staf Tata Usaha, tenaga kebersihan dan Satpam juga belum menerima honor.

Di SMKN 1 BS sendiri jumlah guru honorer sebanyak
20 orang. Ditambah staf TU, petugas kebersihan dan Satpam jumlahnya mencapai 10 orang.

“Untuk guru honorer itu honornya Rp 9 ribu per jam pelajaran, staf TU Rp 800 ribu, petugas kebersihan Rp 800 ribu dan satpam Rp 1,5 juta per bulan,” ujar Haliman.

Belum cairnya dana BOS dan BOSDA ini, lanjut Haliman juga membuat
hutang sekolah membengkak. Salah satunya di poto kopi, percetakan, toko peralatan dan service komputer serta hutang di Koperasi Pegawai Negeri (KPN).

“Info dari Dinas, kemungkinan Bulan Maret ini dana BOS Cair. Soalnya untuk operasional ini juga sudah menumpuk. Untung saja masih ada yang mau kasih hutang. Misalnya saja saat ini kita tengah melaksanakan UKK bagi siswa kelas III. Semua ini butuh dana. Sehingga terpaksa kita berhutang,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudaan Kabupaten Bengkulu
Selatan Novianto mengatakan bahwa untuk dana BOS akan segera cair pada Bulan Maret ini.

Sedangkan dana BOSDA dicairkan pada bulan Juni nanti.

“Kalau BOS termasuk juga sertifikasi akan cair bulan ini. Sedangkan BOSDA akan dibayar pada Juni nanti, kan pembayarannya satu kali persemester,” demikian Novianto. (Apd)