GSM atau Gerakan Sekundang Membaca merupakan sebuah komunitas  independen bervisi kemasyarakatan yang memiliki komitmen untuk Membangun Wacana Kritis Masyarakat melalui Pendidikan, Pelatihan dan Kajian.

Cikal bakal komunitas ini adalah sekelompok mahasiswa yang mempunyai keinginan dan kemauan untuk mendirikan komunitas gemar membaca. Dari intensitas pembicaraan warung kopi komunitas ini terlahir dengan nama “Gerakan Sekundang Membaca”, yang pada bulan Oktober 2016 secara kultural resmi didirikan dan di launching oleh Bupati Bengkulu Selatan.

Sejak awal berdirinya sampai saat iniGerakan Sekundang Membaca belum mempunyai kantor tetap dan masih nebeng di Sekretariat PC PMII Bengkulu Selatan.

Dalam perkembangannya, GSM memiliki beberapa orientasi garapan sosial kemasyarakat, di mana yang paling realistis dan dekat momennya adalah pendirian Taman Bacaan Masyarakat, yang bertujuan untuk membina anak-anak generasi bangsa agar tidak lepas dari tanggungjawabnya sebagai manusia seutuhnya, baik bagi dirinya, agama dan bangsanya.

Implementasi dari tujuan tersebut adalah berlaku prefentif bagi generasi muda agar tidak terjerumus pada dunai narkoba, hedonis, asosial dan tindakan tercela lainnya. Sekaligus memberi penyadaran diri bahwa, generasi muda memiliki potensi dalam melanjutkan cita-cita keadilan dan kesederajatan antar manusia, baik sebagai warga negara maupun makhluk ciptaan Tuhan.

Adapun program kerja yang telah dilaksanakan  GSM sampai dengan saat ini adalah:

1.    Buka Lapak di Desa-desa dan di Taman Merdeka Manna.
2.    Diskusi rutin mingguan dan bulanan hingga sekarang.

Kumpulan anak-anak muda Bengkulu Selatan yang dipelopori Mafahir ini tidak hanya berucap “prihatin”, mereka mencoba bergerak, termotivasi dengan Pustaka Bergerak yang digagas Nirwan Asuka. Mereka meluncurkan Program Gerakan Sekundang Membaca dan terus mencoba menularkan hobi membaca pada masyarakat sekitar, anak-anak, remaja dan pemuda. Dengan koleksi buku yang masih minim mereka bergerak menjemput pembaca. Setiap hari Sabtu mereka membuka Lapak.

Membentangkan terpal dan menghamparkan koleksi buku untuk dibaca warga, anak-anak, dan remaja yang kebetulan sedang berkunjung atau berkumpul di Taman Merdeka, sebuah alun-alun di Kota Manna Bengkulu selatan. Mencoba menarik minat baca masyarakat dengan suguhan buku-buku gratis.

Sedangkan hari Minggu mereka masuk ke desa-desa, menjemput pembaca, terutama anak-anak, di balai-balai desa, di Mushola tempat anak-anak berkumpul dan mengaji. Dari desa ke desa, mencoba menjemput pembaca, menumbuhkan kembali minat baca yang berlahan-lahan sirna karena perkembangan media informasi dan teknologi, televisi dan internet.

Anak-anak Muda Bengkulu Selatan yang tergabung di Gerakan Sekundang Membaca ini tak pernah mengenal lelah, bergerak dengan ikhlas. Kebetulan mayoritas mayoritas anggotanya adalah anggota PMII Bengkulu Selatan yang dimotori oleh Mafahir, Ketua PMII Cabang Bengkulu Selatan.

Gerakan mereka tampak sepele dimata orang yang kurang paham tentang pentingnya minat baca. Namun dampaknya teramat besar. Kita harus ingat, perintah pertama dalam Alqur’an adalah Iqro’ “Bacalah”. Mari kita membaca, mari kita bergerak dan memulai menumbuhkan minat baca, pada diri kita, lingkungan kita, keluarga kita. Tetap semangat dan terus maju “Gerakan Sekundang Membaca”. [Komunitas Ayo Menulis Bengkulu]

Struktur Pengelola:

Pembina Pendiri GSM : Elvi Ansori Mafahir
Ketua : Lia Ayu Lestari
Sekretaris : Melia Misinta Devi
Bidang Pendidikan Dan Pelatihan : Linaria Fianti
Bidang Humas Dan Lembaga : Miksen Saputra
Bidang Pelayanan Buku : Perdian, Wita, Kiki
Bidang Pengaturan Buku : Selly, Sanche, Piana