JAKARTA, PB – Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Derian mengatakan sekitar 2.700 orang sudah tergabung dalam situs pernikahan sirinikahsirri.com. Jumlah itu didapat dari pemeriksaan sementara terhadap tersangka Agus Wahyudi, 49 tahun, pemilik situs tersebut.

“Sekitar 2.700 orang sudah mendaftar sejak situs itu diluncurkan 19 September 2017 lalu,” kata Adi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, seperti dikutip dari situs tempo.co, Ahad sore, 24 September 2017.

Selain klien, pihak kepolisian juga menemukan sudah ada sekitar 300 orang yang mendaftarkan diri sebagai mitra di situs pernikahan siri tersebut.

Menurut Adi, klien adalah orang yang mendaftar untuk menggunakan jasa pernikahan siri di nikahsirri.comuntuk mencari pasangan. Sedangkan mitra adalah orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi istri siri, suami siri, penghulu, maupun saksi.

Setiap mitra memiliki harga masing-masing yang harus dibayar jika klien tertarik untuk menikahinya. Dalam situs tersebut, kata Adi, calon mitra yang mendaftar untuk menjadi istri atau suami siri minimal berumur 14 tahun.

“Karena syarat itu ia diduga melakukan eksploitasi anak dan penjualan orang,” kata Adi.

Agus ditangkap pihak kepolisan Ahad dini hari sekitar pukul 02.03 di kediamannya di daerah Jatiasih, Bekasi Selatan. Polisi melakukan penindakan atas beredarnya kabar situs nikahsirri.com yang menyediakan jasa lelang perawan serta nikah sirih.

Dari tangannya, polisi menyita beberapa barang bukti seperti kaos bertuliskan “virgins wanted” dan spanduk yang digunakan saat peluncuran situs nikahsirri.com.

Akibat perbuatannya, Agus akan dikenakan pasal undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang pornografi, UU perlindungan anak, dan perdagangan orang.

Sampai saat ini, kata Adi pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait data mitra yang sudah tergabung dalam situs pernikahan siri nikahsirri.com.

“Masih diperiksa untuk didalami, kan baru tertangkap tadi pagi,” kata Adi.

Sejak peristiwa ini terkuak, Kemenko PMK berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bareskrim Polri, dan aktivis perempuan.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Sujatmiko, setidaknya ada sebanyak dua capaian.

Pertama, dibekukannya website nikahsirri.com sejak Sabtu 23 September 2017, dan kedua, ditangkapnya pengelola website tersebut dan selanjutnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Tersangka saat ini sedang disidik oleh petugas kepolisian. Terkait tindakan cepat yang dilakukan oleh instansi yang terkait, Kemenko PMK menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak-pihak yang telah membantu pengusutan kasus ini.

“Kemenko PMK memberikan apresiasi kepada Kominfo, KPPA, Bareskrim Polri, dan pihak-pihak lainnya yang telah bersama-sama melakukan upaya untuk menindaklanjuti kasus ini dan menutup akses terhadap situs tersebut” tutur Sujatmiko. [anr/ram]

Foto Tempo.co