JAKARTA, PB – Meski sempat diterpa berbagai isu miring, upaya pemerintah untuk mengeleminasi penyakit campak dan Rubella (MR) melalui imunisasi MR pantang berhenti. Bahkan, program imunisasi itu berhasil melampaui target yang ditetapkan.

“Saya kira masyarakat semakin paham bahwa imunisasi ini sangat dibutuhkan,” ucap Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, dr. Sigit Priohutomo MPh, di kantor Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, seperti dikutip dari situs Kemenko PMK, belum lama ini.

Menurut catatan yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Pusdetin Kemenkes), jumlah anak yang telah berhasil diimunisasi di Pulau Jawa mencapai 35.051.704 anak, atau 100,25% dari target awal yang ditetapkan, yaitu 35 juta anak.

Ini artinya, secara keseluruhan masyarakat di Pulau Jawa telah melakukan imunisasi MR. Sigit mengatakan bahwa imunisasi dengan vaksin MR ini paling efektif untuk mengatasi penyakit terkait infeksi. Seseorang yang telah diberi vaksin atau diimunisasi, kekebalan tubuhnya akan meningkat.

“Sejatinya, vaksin berfungsi mempersiapkan sistem imun atau kekebalan tubuh individu penerimanya untuk bertahan dari serangan patogen (kuman mematikan) seperti bakteri, virus, atau racun,” kata Sigit.

Sebagai pengawal isu kesehatan di Kemenko PMK, sigit mengharapkan bahwa penyakit campak dan rubella ini bisa benar-benar teratasi pada tahun 2020. Hal ini penting karena Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 2010-2015 mencatat setidaknya ada 6.309 anak yang terserang rubela.

Sebanyak 77 persen di antaranya berusia kurang dari 15 tahun. Selain itu, 556 bayi terlahir cacat pada 2015-2016 akibat serangan virus rubela ketika dalam kandungan ibu.

“Inilah ancaman masa depan jika tidak diatasi,” ucap Sigit.
Selain itu, Sigit meyakini bahwa untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan cara melakukan imunisasi Measles-Rubella (MR) dan Sigit sangat bersyukur karena imunisasi MR yang sempat mendapatkan isu miring terkait kehalalannya, sudah terbukti manfaatnya dan tidak berbahaya.

“Kedepan, imunisasi MR ini akan dilakukan di luar Pulau Jawa di bulan Agustus hingga September tahun 2018,” Sigit menjelaskan.

Kemenko PMK telah melakukan koordinasi dengan beberapa Kementerian/Lembaga terkait, khususnya Kemenkes guna berjalan baiknya imunisasi MR yang akan dilakukan pada di tahun 2018.

Sigit mengharapkan agar pengendalian penyakit campak dan rabella ini dapat benar-benar terwujud tahun 2020. Karena itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat dan peran media dalam mensosialisasikan Imunisasi MR. “Untuk mendorong keberhasilan kampanye ini, masyarakat harus ikut mendukung dan media turut berperan di dalamnya,” harap Sigit. [anr/ram]