JAKARTA, PB – Ekspedisi Bhakti PMK merupakan perwujudan praktik gotong royong, sinergi dari kementerian dan lembaga terkait,TNI, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan mahasiswa serta komunitas masyarakat di setiap wilayah yang dikunjungi. Wujud tersebut berupa dukungan kegiatan dan bantuan kepada masyarakat.

Bhakti PMK 2017 merupakan salah satu bagian kegiatan Ekspedisi NKRI 2017. Melalui Ekspedisi ini, diharapkan dapat muncul berbagai program/kegiatan lanjutan untuk membangun pulau-pulau tertinggal, terpencil dan wilayah perbatasan.

Demikian amanat Menko PMK, Puan Maharani, seperti dikutif dari situs Kemenko PMK, yang disampaikan oleh Staf Ahli Menko PMK bidang Kependudukan, Sonny H B Harmadi, selaku inspektur upacara pada pelepasan satuan tugas Ekspedisi Bhakti Pembangunan manusia (Bhakti PMK) 2018, di Markas Kolinlamil, Jakarta, Jumat pagi (06/10/2017).

“Bhakti PMK wujud praktek gotong royong seluruh pendukung kegiatan Bhakti Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang telah bersinergi memberikan dukungan kegiatan dan bantuan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan Ekspedisi Bhakti PMK ini, tambahnya, sangat bermakna dan strategis, karena masyarakat di berbagai kepulauan terpencil dan daerah perbatasan yang dikunjungi di Muna – Tual – Dobo, Agats dan Merauke, adalah saudara-saudara kita.

Mereka tentu saja menjadi bagian penting dari NKRI dan harus merasakan kehadiran negara.

“Kita hadir untuk menyapa, bersilaturahim, berdialog, dan membawa buah tangan yang diangkut dengan kapal KRI Banjarmasin,” ujarnya.

Di samping itu, bagi tim yang ikut terlibat di dalam pelaksanaan kegiatan akan semakin mengenali, memahami dan mengerti betapa luas dan kayanya Indonesia dengan belasan ribu pulau. Tidak hanya kaya tetapi juga indah.

Tidak hanya indah tetapi juga menakjubkan. Peserta juga akan dapat melihat betapa besarnya keragaman sosial budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia, sebagai warisan dari para leluhur di masa lalu.

Berbagai kekayaan itu tentu saja harus dijaga, dilestarikan, dikembangkan dan dimanfaatkan dalam semangat yang semakin memperteguh Bhinneka Tunggal Ika.

“Saya berharap dengan kehadiran tim Ekspedisi Bhakti PMK ini dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga dengan waktu yang singkat selama 2 hari di setiap titik kegiatan, masyarakat betul-betul merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Selain itu, distribusi bantuan-bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan agar dilakukan secara tepat sasaran. Kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan, pelatihan, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat dan aksi lain yang dilakukan, harap dapat dikoordinasikan dengan baik dengan Pemerintah Daerah serta masyarakat.

“Saya juga mengingatkan kepada seluruh peserta ekspedisi, agar waktu selama 2 hari dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi tentang cinta tanah air, kepeloporan gerakan revolusi mental, dengan melakukan perubahan cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup yang dapat memperkuat kedaulatan, meningkatkan daya saing, dan persatuan nasional dalam kebhinnekaan Indonesia,” pesannya. (anr/ram)