JAKARTA, PB – Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak di Indonesia masih rendah. Saat ini masih terdapat 37 persen dari jumlah penduduk di Indonesia yang belum memiliki akses layak terhadap air minum dan 47 persen yang belum memiliki sanitasi yang layak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyampaikan pentingnya perluasan akses air minum dan sanitasi yang layak.

“Oleh karena itu, program akses air minum dan sanitasi harus diperluas agar dapat menjangkau wilayah-wilayah padat penduduk, wilayah pedesaan, wilayah nelayan, dan daerah tertinggal lainnya” jelas Menko Puan.

Untuk terus mendorong peningkatan akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak, Pemerintah melakukan berbagai program. Salah satunya adalah Program Hibah Air Minum dan Sanitasi yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan AUSAID.

Terdapat juga program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Kedua program ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan meningkatkan kualitas sanitasi layak di wilayah perkotaan dan pedesaan.

Selain itu, Kemenko PMK juga mendorong peningkatan akses air bersih dan perbaikan sanitasi melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Sejauh ini terdapat 465 kabupaten/kota yang memiliki Strategi Sanitasi Kota (SSK).

Untuk meningkatkan akses terhadap air bersih dan peningkatkan sanitasi layak, dibutuhkan kerjasama seluruh pihak sehingga tujuan utama yaitu terciptanya masyarakat yang sehat dapat tercapai. [AM]