BENGKULU SELATAN,PB – Program tanam jagung secara massal yang tengah gencar diakukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan diharapkan jangan sampai mengganggu program lainnya.

Salah satunya, jangan sampai menggangu program tanam padi serta menurunkan produksi padi di Bengkulu Selatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan Darmawansyah, pada saat memberikan sambutan dalam acara rapat koordinasi yang dihadiri oleh Kepala Desa (Kades) dan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta dihadiri langsung Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, Selasa (3/10/17).

Menurut Darmawasnyah, selama periode April hingga September 2017, luas lahan penanaman jagung di Bengkulu Selatan mencapai 2.965 Hektar. Dengan rincian 765 Hektar program pemerintah dan 2.200 Hektar swadana petani.

“Program penanaman jagung ini harus sukses. Tapi penanaman padi juga harus sukses. Artinya produksi padi tidak boleh turun. Jika produksi padi menurun, artinya Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian gagal,” tegas Darmawansyah.

Terkait dengan program penanaman jagung,Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bengkulu Selatan Resmen Asnawi meminta kepada seluruh BUMDes untuk mengambil peluang usaha dalam menampung dan mendistribusikan hasil jagung dari petani.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud dalam sambutannya menyampaikan kepada para Kepala Desa untuk mensosialisasikan program penanaman jagung ini kepada masyarakat.

“Jangan sampai ada lahan tidur. Mari manfaatkan lahan yang ada. Termasuk perkarangan rumah. Terkait program tanam jagung ini, semua harus berperan aktif,mulai dari Kepala Desa, BUMDes, PPL, pendamping desa juga harus terlibat. BUMDes pun bisa bekerjasama dengan petani,” ungkap Dirwan Mahmud. [Apd]