BENGKULU, PB – Politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) antara Bengkulu dan Lampung menjadi pendiskusian hangat.

Terlebih usai keluarnya Surat Keputusan Nomor: SKEP/B/007/DPP-Hanura/IX/2017 tentang Calon Gubernur Lampung dan Calon Wakil Gubernur Lampung Priode 2018-2023 yang menetapkan Mustafa-Helmi Hasan sebagai pasangan calon.

Merespon hal ini, Ketua Bidang Pembinaan Organisasi Keanggotaan DPW PAN Provinsi Bengkulu Dempo Xler, mengatakan, ditetapkannya Walikota Bengkulu Helmi Hasan sebagai Calon Wakil Gubernur Lampung membuktikan bahwa mantan Ketua DPW PAN itu diperhitungkan oleh partai politik ditingkat pusat.

“Padahal beliau tidak pernah mendaftar di partai manapun di Lampung,” katanya, Senin (16/10/2017).

Saat ini, lanjut Dempo, DPW PAN Bengkulu masih menaruh harapan Helmi tetap memimpin Kota Bengkulu.

“Tapi PAN juga sangat bergantung dengan kehendak rakyat. Hanya bila rakyat menginginkan Pak Wali (Helmi Hasan, red) bersedia untuk tetap melanjutkan pembangunan di Bengkulu,” ujarnya.

“Saat ini Pak Wali dalam kondisi semangat untuk mengabdikan diri di Kota Bengkulu,” tambahnya.

Sebelumnya, Helmi Hasan menjelaskan dirinya tidak mendaftar di penjaringan partai manapun di Lampung. Ia justru mengetahui namanya keluar setelah keputusan itu beredar luas di media massa.

“Alasannya mungkin karena Hanura adalah partai hati nurani rakyat,” ungkapnya.

Apakah Helmi akan memenuhi rekomendasi tersebut?

“Semua saya kembalikan kepada Allah yang punya kuasa. Saya tidak punya apa-aapa dan saya bukan lagi pengurus partai,” tegasnya.

Atas rekomendasi itu, ia justru meminta Mustafa untuk kembali mempertimbangkan siapa pendampingnya.

“Hanura mungkin harus mempertimbangkan kembali pilihannya. Saya tidak punya apa-apa. Mungkin banyak yang lebih baik dari saya,” demikian Helmi. [AR]