MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-31 yang diselenggarakan di Philippines International Convention Centre (PICC), Senin (13/11/2017).

Sidang KTT ASEAN ke-31 dibuka oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dan dihadiri oleh 10 Kepala Negara ASEAN dan Kepala Negara Mitra Wicara dan Organisasi Internasional Mitra Wicara ASEAN, yaitu Amerika, Tiongkok, Jepang, Kanada, India, Korea Selatan, Uni Eropa, PBB serta Para Kepala Negara EAS (East Asia Summit) yaitu Rusia dan Selandia Baru.

Dalam pidatonya dihadapan para Kepala Negara ASEAN, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pada perayaan ulang tahun ASEAN yang ke-50 ini, ASEAN telah mampu menciptakan ekosistem stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan di Asia Tenggara.

Namun, ASEAN tidak boleh berpuas diri karena masih terdapat banyak tantangan seperti ancaman kejahatan lintas Negara seperti terorisme. ASEAN membutuhkan suatu collective leadership yang kokoh dan dapat merespon dinamika perubahan di ASEAN dengan efektif.

Menko PMK Puan Maharani selaku Ketua Pilar Sosial Budaya ASEAN, telah mengangkat ASEAN Declaration on Culture of Prevention yang merupakan deklarasi lintas pilar dan lintas sektor di ASEAN untuk diadopsi oleh para Kepala Negara ASEAN dalam KTT ASEAN ke-31.

Menko PMK menjelaskan, deklarasi ini merupakan inisiatif Pilar Sosial Budaya ASEAN untuk mempromosikan budaya dialog lintas agama dan lintas budaya.

Deklarasi Culture of Prevention ini merupakan salah satu dari 11 (sebelas) deklarasi pilar Sosial Budaya ASEAN di KTT ASEAN ke-31.

Kegiatan kick-off dari deklarasi Culture of Prevention telah dilaksanakan di Jombang pada akhir Oktober 2017 dengan dihadiri oleh Wakil Presiden RI. [anr/ram]