Polres Rejang Lebong mengamankan Mariantoni (36) Pelaku Pembunuhan Ibu Hamil (foto: Benny/pedoman)

REJANG LEBONG, PB – Tim Opsnal Polres Rejang Lebong akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang ibu yang tengah hamil 7 bulan bernama Eka Mia Kurnia (35) yang ditemukan bersimbah darah di jalan MH Thamrin Kelurahan Air rambai Kecamatan Curup, tadi malam (15/11/2017).

Tak lain, pelaku pembunuhan sadis tersebut adalah suami korban sendiri bernama Mariantoni (36) warga Dusun Curup Kecamatan Curup Utara, yang berstatus Nikah siri dengan Korban.

Dari penuturan pihak keluarga, yang tak ingin disebutkan namanya menceritakan jika keributan tersebut sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir, karena pelaku termasuk orang yang malas bekerja dan hanya meminta uang kepada korban, sewaktu-waktu korban menegur pelaku yang hanya bisa meminta uang kepada korban dan tidak mau bekerja.

“Dari ceritanya (korban) kepada pihak keluarga, si Toni ini malas bekerja dan hanya bisa meminta uang, pernah ditegur oleh korban untuk bekerja, saya kira itulah awal mula permasalahan keluarga mereka,” jelas Kerabat dekat korban yang ditemui di rumah duka pada Kamis (16/11/2017) dini hari.

Baca juga: Sadis! Ibu Hamil Tujuh Bulan Tewas Dengan 10 Luka Tusuk

Pelaku ditangkap tim Opsnal Selang 5 jam dari kejadian pada Kamis (16/11/2017) pukul 02.00 wib, di Dusun Sawah Kecamatan Curup Utara, berdasarkan barang bukti yang ditemukan dilokasi kejadian, berupa sebuah jaket bertuliskan nama Toni (pelaku).

Setelah berhasil mengamankan Mariantoni di Dusun Sawah, pelaku langsung di giring ke Mako Polres Rejang Lebong, guna dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku Mariantoni, penyidik menyimpulkan jika pembunuhan tersebut sudah direncanakan oleh pelaku, karena barang bukti sebilah golok sudah dibawa pelaku dari rumah untuk menghabisi nyawa korban.

Atas kejadian tersebut, pelaku dikenakan pasal berlapis karena telah menghilangkan nyawa korban, dengan Pasal 340 KUHP atas pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP atas penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman mati.

“Pelaku kita kenakan Pasal 340 KUHP atas pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP atas penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman mati,” Terang Kapolres Rejang Lebong Akbp Napitupulu Yogi Yusuf Sh Sik saat menggelar press rilis, Kamis (16/11/2017).

Kapolres juga menjelaskan alasan ancaman hukuman mati kepada pelaku pembuhan sadis ini.

“Kenapa kita kenakan Pasal 340 KUHP pembunuhan berencana, karena pelaku telah membawa, dan mempersiapkan dari rumah, alat untuk menghabisi nyawa korban. Untuk motif pelaku sementara cek-cok keluarga. Namun kita akan terus melakukan pengembangan,” tandas Yogi. [Benny]