BENGKULU, PB – Aliansi Sopir Angkot dan Sopir Taksi Kota Bengkulu menggelar aksi mogok bersama guna memprotes keberadaan angkutan umum online, Kamis (9/11/2017).

Agar tuntutan mereka terealisasi, mereka mendatangi Kantor Gubernur. Semula mereka ingin menggelar unjuk rasa, namun dibatalkan dan mereka diterima untuk melakukan audiensi dengan pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Saat berita ini diturunkan, massa aliansi masih melaksanakan hearing. Massa yang berjumlah ratusan orang ini awalnya berkumpul di Stadion Semarak Sawah Lebar Kota Bengkulu.

Fredi Santoso, Koordiantor Lapangan Aliansi Sopir Angkot dan Sopir Taksi Kota Bengkulu menerangkan, mereka meminta agar Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dapat menutup aplikasi taksi online seperti Grab dan lainnya yang ada di Bengkulu.

“Karena mereka tidak punya izin operasional,” katanya.

Ia menjelaskan, hal ini berdampak terhadap keberadaan taksi dan angkot resmi yang mengantongi izin yang beroperasi di wilayah hukum Kota Bengkulu.

“Mereka ilegal, tidak ada trayek dan bebas keluar masuk ke setiap ruas jalan. Kami sampai tidak dapat penumpang lagi,” demikian Fredi. [DM]