Warga masyarakat secara gotong royong membangunkan kembali rumah milik korban kebakaran di Desa Tanjung Sari Kecamatan Ulok Kupai, Bengkulu Utara, Selasa (12/12/2017). (Foto: Evi Kusnandar/Pedoman Bengkulu)

BENGKULU UTARA,PB– Bantuan untuk korban kebakaran yang menimpa warga Desa Tanjung Sari Kecamatan Ulok Kupai terus berdatangan. Kebakaran pada Senin (11/12/2017) lalu itu tidak hanya menghanguskan rumah, tapi juga menimbulkan korban jiwa.

Bantuan mulai mengalir dari Himpunan Pemuda Pemudi Ketahun, Putri Hijau, Napal Putih, Ulok Kupai, Margasakti Sebelat dan Pinang Raya (Himpadi Ketrina),kelompok motor di Kecamatan Putri Hijau, Forum Kades, Dinsos Provinsi Bengkulu serta Dinsos Bengkulu Utara dan warga setempat.

Juru bicara Himpadi Ketrina, Efri dalam kesempatan tersebut mengatakan bantuan yang diberikan memang tidak besar namun bantuan ini mudah-mudahan bisa mengurangi dan meringankan beban keluarga korban kebakaran.

“Mudah-mudahan korban kebakaran ini bisa tabah menerima cobaan ini tak hanya itu ucapan terima kasih buat donatur yang terkait dalam gerakan sosial pada hari ini,” ungkap Efri Selasa (12/12/2017)

Baca juga: Diduga Depresi, Warga Ulok Kupai Tewas Bakar Diri

Ditambahakan Efri, musibah ini bukan akhir dari segalanya, karena itu, Efri dan kawan-kawan mengajak semua masyarakat untuk terus saling mengulurkan tangan membantu saudara kita yang membutuhkan.

Dari pantauan Pedoman Bengkulu dilapangan warga secara bergotong royong mendirikan kembali rumah keluarga Ahmad Mauhid (39) yang sudah rata dengan tanah. Dengan kerja ikhlas, kini rumah korban sudah berdiri dan kembali bisa dihuni.

Selain pembangunan rumah, keluarga korban juga menerima bantuan berupa alat dapur, alat mandi, beras, karpet, mie instan dan kebutuhan lainnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Ahmad Mauhid, warga Desa Tanjung Sari Kecamatan Ulok Kupai, Bengkulu Utara ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar di rumahnya, Senin (11/12/2017).

Ahmad diduga mengalami depresi. Ia nekat bunuh diri dengan cara membakar diri, Saat itu, Ahmad menyuruh anak istrinya keluar rumah untuk kemudian membakar rumah dan membiarkan dirinya ikut serta terbakar dalam rumah tersebut. [Evi Kusnandar]